Berita

Kemenpora Mau Maksimalkan Peran PNS sebagai Sports Intelligent

KAMIS, 04 DESEMBER 2014 | 18:28 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Ke depan, peran pegawai negeri sipil (PNS) untuk menjadi sports intelligent di Kementerian Pemuda dan Olahraga akan dimaksimalkan. Salah satu fungsi peran itu adalah memantau kekuatan calon lawan yang akan dihadapi atlet Indonesia dalam sebuah pertandingan.

"Untuk di dalam negeri, kami akan memaksimalkan PNS di Kemenpora yang mayoritas mantan atlet. Untuk di luar negeri akan bekerja sama dengan kedutaan besar (diplomat)," kata Sesmenpora, Alfitra Salam, beberapa saat lalu (Kamis, 4/12).

Menurut dia, PNS yang berasal dari Kemenpora, terutama yang mempunyai latar belakang atlet, nantinya akan ditempatkan pada masing-masing cabang olahrahga sesuai dengan bidangnya, termasuk sebagai pelatih. Sementara istilah sport intelligent muncul dalam diskusi perdana "Kamisan" yang dilakukan oleh Kemenpora bersama dengan tokoh-tokoh olahraga maupun wartawan untuk menyikapi penurunan prestasi olahraga saat ini.


Pemanfaatan sports intelligent dinilai sangat diperlukan, apalagi banyak negara seperti Prancis dan Tiongkok sudah memanfaatkan hal tersebut. Hasilnya prestasi terbaik dalam sebuah kejuaraan mampu diraih.

"Bagaimana Prancis mampu meraih 41 medali emas pada Olimpiade adalah hasil dari sports intellegent itu. Mereka mengintip cara latihan Inggris. Begitu juga Tiongkok pada Olimpiade Beijing," kata pengamat olahraga Anton Sanjoyo selaku narasumber pada diskusi Kamisan di Kantor Kemenpora itu.

Pria yang juga wartawan itu menjelaskan, selain Prancis dan Tiongkok, Amerika Serikat juga memanfaatkan hal tersebut yang di antaranya untuk cabang balap sepeda nomor BMX. Bahkan, Negeri Paman Sam itu mampu mendapatkan data detail bentuk sirkuit yang digunakan pada Olimpiade London.

"Setelah mendapatkan data sirkuit, Amerika langsung membikin sirkuit itu di Oregon. Semua atlet terus berlatih disana. Hasilnya hampir setengah medali yang diperebutkan diraih, meski menjelang kejuaraan diketahui pihak penyelenggara," kata pria yang akrab dipanggil Joy itu. [ysa]