Berita

jusuf kalla/net

Usulan JK Bisa Kendorkan Upaya Pemberantasan Korupsi

RABU, 03 DESEMBER 2014 | 14:21 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Permintaan Wakil Presiden Jusuf Kalla kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) supaya kebijakan tidak dijadikan bahan pemerikasaan atau tuntutan akan melemahkan penegakan hukum. Pasalnya, itu akan menimbulkan kebijakan kesewenang-wenangan yang berpotensi merugikan negara.

"Banyak contoh kasus pejabat pemerintah yang ditangkap KPK akibat penyalahgunaan wewenang yang merugikan negara, justru saat ini menjadi saat yang tepat untuk pembelajaran bagi para pejabat untuk lebih hati-hati dalam membuat suatu kebijakan," kata Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesia Democracy (NCID), Jajat Nurjaman, dalam keterangan beberapa saat lalu (Rabu, 3/11).
 
Jajat menilai, korupsi merupakan musuh nyata yang sangat berbahaya. Sementara dengan memberikan kelonggaran kepada pejabat supaya kebijakan tidak dijadikan bagian dari pemeriksaan atau tuntutan sama saja melemahkan kinerja KPK yang telah sukses mengungkap berbagai kasus korupsi dari berbagai kalangan pejabat negara.


Jajang mengingatkan. setiap kebijakan yang akan diambil tentu memerlukan perhitungan yang matang, potensi yang akan timbul tentu sudah diperhitungkan. Jika kebijakan tersebut tidak berpotensi merugikan negara dan dijalankan dengan baik, kenapa harus takut sama KPK.

"Pejabat tidak perlu takut, ini harus dijadikan motivasi bagi mereka untuk membuat kebijakan yang benar-benar pro-rakyat," demikian Jajat. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Iran Sodorkan 14 Syarat Damai yang Harus Dipenuhi AS

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:59

KPK Soroti Aset Mangkrak Rp27,5 Triliun di Sulsel

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:20

Ribuan Jemaah Haji Bertahap Bergerak dari Madinah ke Makkah

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:14

Ratas Hambalang, Prabowo Matangkan Agenda Pendidikan hingga Hilirisasi Nasional

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:51

Mahasiswa Didorong Kembali jadi Kekuatan Pengontrol Sosial

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:39

Update harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, BP, hingga Vivo

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:27

Perpres Ojol Bawa Angin Segar Bagi Pengemudi Online

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:20

Pemerataan Pendidikan Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:14

Amien Rais Sebaiknya Segera Klarifikasi

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:46

Publik Nantikan Aksi Nyata Dudung Bereskan Masalah MBG

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:36

Selengkapnya