Berita

ilustrasi/net

Sudah Seharusnya BIN Dikepalai Orang Sipil

RABU, 03 DESEMBER 2014 | 10:52 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Pemilu 2014 harus dibaca sebagai lanjutan dari konsolidasi demokrasi dalam rangka menjaga transisi demokrasi. Dalam konteks ini, Presiden Joko Widodo, yang terpilih dari mekanisme demokrasi sebagai produk dari reformasi, harus menjadikan momentum tersebut untuk melanjutkan reformasi intelijen negara.

Reformasi intelijen negara ini, kata pengamat reformasi sektor keamanan dari Indonesian Human Rights Committee for Social Justice (IHCS), Gunawan, telah membawa perubahan pada kelembagaan intelijen negara, dari Bakin (Badan Koordinasi Intelijen Negara) menjadi BIN (Badan Intelijen Negara) dan diperkuat dengan UU 17/2011 tentang Intelijen Negara.

Perubahan kelembagaan dan produk hukum intelijen menegaskan bahwa BIN adalah intelijen strategis dan intelijen sipil.


"Oleh karenanya BIN  sudah seharusnya dikepalai oleh orang sipil," kata Gunawan beberapa saat lalu (Rabu, 3/12).

Sejak awal, Gunawan melanjutkan, BAKIN sekalipun hendak dijadikan intelijen sipil, namun karena dominasi militer di era Rezim Orde Baru, maka selalu dikepalai oleh perwira militer. Dan kini, perwira intelijen militer bisa dioptmtimalkan di intelijen strategis militer yaitu BAIS (Badan Intelijen Strategis) TNI.

Gunawan mengingatkan, Jokowi sangat perlu masukan intelijen sipil yang handal. Lebih-lebih melihat dinamika pertahanan dan keamanan serta ekonomi-politik internasional, kawasan dan dalam negeri, termasuk masih adanya konflik anggota TNI dan Polri.

"Dalam pergaulan internasional tentu presiden harus memilih kepala BIN sesuai dengan kebiasaan internasional dan kebiasaan negara-negara demokratis," demikian Gunawan. [ysa]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Ombudsman RI Pelototi Tata Kelola Haji

Kamis, 23 April 2026 | 10:15

Kemlu Protes Spanduk "Rising Lion" Israel di RS Indonesia Gaza

Kamis, 23 April 2026 | 10:06

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp17.274 per Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 09:21

Kisah Epik Sang ‘King of Pop’: Film Biopik Michael Resmi Menggebrak Bioskop Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:18

Ketua KONI Ponorogo Sugiri Heru Sangoko Dicecar KPK Soal Pemberian Fee ke Sudewo

Kamis, 23 April 2026 | 09:15

MUI Minta Jemaah Haji Doakan Pemimpin Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:14

Bursa Asia Menguat: Nikkei Cetak Rekor

Kamis, 23 April 2026 | 09:07

Harga Minyak Kembali Tembus 100 Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 08:58

Wall Street Perkasa Berkat Donald Trump

Kamis, 23 April 2026 | 07:41

Pentagon Pecat Petinggi Angkatan Laut John Phelan di Tengah Gencatan Senjata

Kamis, 23 April 2026 | 07:25

Selengkapnya