Berita

Politik

PDIP Ajak Masyarakat Dukung Jokowi Bongkar Perampokan Kas Negara

SELASA, 02 DESEMBER 2014 | 21:48 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Masyarakat harus mendukung pemerintahan Joko Widodo dalam menindaklanjuti hasil laporan Badan Pemeriksa Keuangan terkait keuangan negara periode 2009-2014. Ajakan itu disampaikan oleh Politisi PDI Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi sesaat lalu (Selasa, 2/12).

"Ikhtisar hasil pemeriksaan lima tahun terhadap pemerintah yang lama oleh BPK sangat penting bagi pemerintah baru sebagai bahan masukan dalam membuat rencana dan kebijakan, terutama terkait pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara," ujarnya.

Anggota Komisi IX DPR ini menjelaskan bahwa laporan BPK tersebut sesungguhnya jadi bahan untuk membongkar indikasi raibnya triliunan rupiah uang negara yang menjadi salah satu penyebab devisit kas negara.


"Bagi saya, ini salah satu modal untuk membongkar aktor-aktor yang terindikasi membuat kas negara morat marit, minimal dalam lima tahun kemarin," tambahnya.

Perempuan yang kerap bersuara lantang di Senayan ini melanjutkan, hal-hal negatif yang diungkap BPK bukan hanya tidak boleh terulang lagi, tapi merupakan pintu masuk untuk membongkar berbagai dugaan kasus korupsi dan menyeret pelaku ke persidangan, hingga sanksi hukum yang tak boleh tebang pilih.

"Untuk terobosan-terobosan seperti ini saya yakin rakyat pasti akan mendukung," pungkasnya.

Pada Rapat Paripurna DPR RI hari ini (2/12) Ketua BPK RI Harry Azhar Azis menyerahkan "Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester I Tahun 2014".

Diungkapkan bahwa dalam pemeriksaan yang dilakukan BPK selama lima tahun (2009-2014) BPK telah terbitkan 6.900 Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP). Total kasus 40.854 dan potensi kerugian senilai Rp 112,57 triliun. Terdiri atas 22.337 kasus, dengan kerugian negara Rp 20,93 triliun, 5.441 kasus dengan kerugian negara Rp 52,91 triliun, dan kasus kekurangan penerimaan negara senilai Rp 38,73 triliun.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Ombudsman RI Pelototi Tata Kelola Haji

Kamis, 23 April 2026 | 10:15

Kemlu Protes Spanduk "Rising Lion" Israel di RS Indonesia Gaza

Kamis, 23 April 2026 | 10:06

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp17.274 per Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 09:21

Kisah Epik Sang ‘King of Pop’: Film Biopik Michael Resmi Menggebrak Bioskop Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:18

Ketua KONI Ponorogo Sugiri Heru Sangoko Dicecar KPK Soal Pemberian Fee ke Sudewo

Kamis, 23 April 2026 | 09:15

MUI Minta Jemaah Haji Doakan Pemimpin Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:14

Bursa Asia Menguat: Nikkei Cetak Rekor

Kamis, 23 April 2026 | 09:07

Harga Minyak Kembali Tembus 100 Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 08:58

Wall Street Perkasa Berkat Donald Trump

Kamis, 23 April 2026 | 07:41

Pentagon Pecat Petinggi Angkatan Laut John Phelan di Tengah Gencatan Senjata

Kamis, 23 April 2026 | 07:25

Selengkapnya