Berita

Politik

Tidak Ada yang Salah dalam Rekaman 'Skenario Nurdin'

SELASA, 02 DESEMBER 2014 | 20:55 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Tidak ada yang salah dari ucapan Nurdin Halid tentang skenario pemenangan calon ketua umum petahana Aburizal Bakrie atau Ical yang rekamannya beredar dan akan dilaporkan  kubu presidium penyelamat ke Menteri Hukum dan HAM (Menhukham).

"Setiap peperangan pasti ada taktik dan strategi. Incumbent pasti punya kelebihan. Itu fakta. Strategi itu sah-sah saja," kata Wakil Sekjen Golkar Lalu Mara Satriawangsa saat ditemui di acara  Munas IX Golkar di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Selasa (2/12).

Lalu Mara menaruh penuh kepercayaan pada Menteri Yasonna Laoly. Menurutnya, Laoly yang bakal dilapori kubu Presidium Penyelamat Partai soal 'rekaman Nurdin Halid' itu, akan bertindak objektif.


Sementara langkah pelaporan presidium penyelamat itu, kata Lalu, tidak akan men‎ggerogoti kesolidan Golkar. Lalu Mara memandang strategi dinamika 'floor leader' ini sah saja selama sesuai aturan, dan Ical sangat ahli memainkan strategi macam ini.

"‎Permainan menguasai floor tentu sesuai aturan. Bagaimana menguasai floor, itu Pak Ical tentu sangat mahir," kata orang dekat Ical ini.

‎Namun begitu, Lalu Mara menampik pandangan kubu Agung cs yang menganggap para pemegang hak suara dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar di Munas sudah diamankan lewat politik transaksional pemenangan Ical. Menurutnya, para DPD bisa mendukung Ical lantaran mereka merasa terakomodasi.

"Pak Ical ke DPD itu hubungannya seperti 'ku tahu yang kau mau'," ujar Lalu Mara.

Kemauan DPD yang dimaksud itu a‎dalah mempertahankan Golkar tetap berada di Koalisi Merah Putih (KMP). Di sisi berseberangan, kubu Presidium khawatir jika Golkar tetap berada di KMP, maka pemerintahan bisa terguncang. Namun Lalu Mara lagi-lagi mementahkan anggapan ini dengan santai.

"Imajinasi mereka (kubu presidium) berlebihan, yaitu seolah-olah jika Golkar tetap berada di KMP maka pemerintahan akan jatuh," kata Lalu Mara.[dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Ombudsman RI Pelototi Tata Kelola Haji

Kamis, 23 April 2026 | 10:15

Kemlu Protes Spanduk "Rising Lion" Israel di RS Indonesia Gaza

Kamis, 23 April 2026 | 10:06

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp17.274 per Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 09:21

Kisah Epik Sang ‘King of Pop’: Film Biopik Michael Resmi Menggebrak Bioskop Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:18

Ketua KONI Ponorogo Sugiri Heru Sangoko Dicecar KPK Soal Pemberian Fee ke Sudewo

Kamis, 23 April 2026 | 09:15

MUI Minta Jemaah Haji Doakan Pemimpin Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:14

Bursa Asia Menguat: Nikkei Cetak Rekor

Kamis, 23 April 2026 | 09:07

Harga Minyak Kembali Tembus 100 Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 08:58

Wall Street Perkasa Berkat Donald Trump

Kamis, 23 April 2026 | 07:41

Pentagon Pecat Petinggi Angkatan Laut John Phelan di Tengah Gencatan Senjata

Kamis, 23 April 2026 | 07:25

Selengkapnya