Berita

ilustrasi/net

KPK Didesak Lagi Tuntaskan Kasus Korupsi e-KTP

SELASA, 02 DESEMBER 2014 | 10:44 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus segera menuntaskan kasus korupsi dalam proyek kartu tanpa penduduk (KTP) elektronik, atau e-KTP. Penting juga bagi KPK untuk mengembangkan penyelidikan kasus ini

"Karena proses sendiri itu telah memakan anggaran yang besar, setidaknya sudah menghabiskan dana Rp 5,8 triliun," kata aktivis Indonesian Corupption Watch (ICW), Abdullah Dahlan, saat dihubungi wartawan, Selasa (2/14).

Dahlan menduga, pada kasus e-KTP pastinya banyak persoalan yang menyimpang, sehingga membuat KPK kewalahan. Karena itu KPK harus segara mengambil langkah progresif untuk masalah ini.


"Karena hal tersebut tak bisa ditunda-tunda, jelas itu semua menyangkut sistem kependudukan," ungkap Dahlan.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPR RI Desmon J. Mahesa merasa aneh dengan sikap KPK yang tak berani segera menuntaskan kasus e-KTP.

"Kenapa KPK tidak berani mengungkap itu semua atau melakukan penyelidikan. Kalau begitu, pasti ada sesuatu yang misterius dan luar biasa," ujar Desmon.

Desmon pun mengatakan, saat ini kesempatan KPK untuk melanjutkan pemeriksaan  terhadap Paulus Tanos yang kini sedang gembor-gembornya disebutkan. Nama Paulus Tanos disebutkan oleh tepidana Muhammad Nazaruddin.

"Sekarang Paulus Tanos, jelas itu proyek nggak beres. Sudah saatnya KPK mengambil alih masalah e-KTP ini. Kalau tidak keberani, lantas alasannya apa?" cetus Desmon.
 
"Tidak ada catatan khusus bagi kita untuk meragukan keberanian KPK. Tidak ada alasan KPK tidak menindak lanjuti kasus ini," demikian Desmon. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Iran Sodorkan 14 Syarat Damai yang Harus Dipenuhi AS

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:59

KPK Soroti Aset Mangkrak Rp27,5 Triliun di Sulsel

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:20

Ribuan Jemaah Haji Bertahap Bergerak dari Madinah ke Makkah

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:14

Ratas Hambalang, Prabowo Matangkan Agenda Pendidikan hingga Hilirisasi Nasional

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:51

Mahasiswa Didorong Kembali jadi Kekuatan Pengontrol Sosial

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:39

Update harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, BP, hingga Vivo

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:27

Perpres Ojol Bawa Angin Segar Bagi Pengemudi Online

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:20

Pemerataan Pendidikan Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:14

Amien Rais Sebaiknya Segera Klarifikasi

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:46

Publik Nantikan Aksi Nyata Dudung Bereskan Masalah MBG

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:36

Selengkapnya