Berita

MUNAS GOLKAR

Sikap Demokrat yang Cuma Gunakan Hak Mengajukan Pertanyaan Kurang Tepat

SELASA, 02 DESEMBER 2014 | 07:58 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Sikap Fraksi Partai Demokrat yang lebih mendorong anggotanya di DPR untuk mengajukan "hak bertanya" ketimbang mendukung pengajuan "hak interpelasi" oleh DPR dalam merespons penaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh pemerintah merupakan sikap yang kurang tepat.

"Kalau saya simak pernyataan Saan Mustofa kemarin, ada yang tidak pas disitu. Pertama saya ingin koreksi soal 'hak bertanya' yang dikatakan oleh Saan. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat tidak punya hak bertanya. 'Hak bertanya' adalah milik anggota Dewan Perwakilan Daerah. Mungkin yang dimaksudkan oleh Saan adalah 'hak mengajukan pertanyaan," kata Direktur Eksekutif Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahuddin, beberapa saat lalu (Selasa, 2/12).

Said menjelaskan, sekalipun terdengar mirip, namun menurut hukum hak mengajukan pertanyaan yang dimiliki oleh anggota DPR berbeda makna dengan hak bertanya yang dimiliki oleh anggota DPD. Penjelasan Pasal 257 huruf a UU MD3 tegas menyatakan hal itu.


Menurut Said, untuk menentukan hak mana yang lebih tepat digunakan oleh DPR, apakah cukup melalui hak mengajukan pertanyaan anggota DPR, ataukah dengan mengajukan hak interpelasi DPR sebagai institusi, maka perlu diidentifikasi urgensi dan implikasi dari penaikan harga BBM tersebut. Dan penaikan harga BBM merupakan kebijakan pemerintah yang penting dan strategis, serta berdampak luas pada kehidupan masyarakat

"Maka menurut saya lebih tepat bagi partai-partai politik di DPR untuk lebih mendorong penggunaan hak interpelasi DPR dibandingkan sekedar mendorong anggota fraksi mereka untuk menggunakan hak mengajukan pertanyaan," demikian Said. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Iran Sodorkan 14 Syarat Damai yang Harus Dipenuhi AS

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:59

KPK Soroti Aset Mangkrak Rp27,5 Triliun di Sulsel

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:20

Ribuan Jemaah Haji Bertahap Bergerak dari Madinah ke Makkah

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:14

Ratas Hambalang, Prabowo Matangkan Agenda Pendidikan hingga Hilirisasi Nasional

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:51

Mahasiswa Didorong Kembali jadi Kekuatan Pengontrol Sosial

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:39

Update harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, BP, hingga Vivo

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:27

Perpres Ojol Bawa Angin Segar Bagi Pengemudi Online

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:20

Pemerataan Pendidikan Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:14

Amien Rais Sebaiknya Segera Klarifikasi

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:46

Publik Nantikan Aksi Nyata Dudung Bereskan Masalah MBG

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:36

Selengkapnya