Berita

ilustrasi/net

MKGR Merasa Dipermainkan dalam Munas Golkar

SENIN, 01 DESEMBER 2014 | 10:42 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Ormas pendiri Partai Golkar , Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) merasa dipermainkan dalam Musyawarah Nasional (Munas) IX Golkar yang diselenggarakan di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali pada 30 November hingga 3 Desember 2014.

Begitu disampaikan Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MKGR Zainal Bintang saat ditemui ditempat Munas, Senin (1/12).

"Munas ini Munas yang paling aneh di antara Munas yang pernah ada," kesalnya.


Kekesalan itu bukan tanpa alasan. Mengingat persoalan ID card peserta belum rampung diselesaikan panitia hingga pukul 10.30 WITA. Padahal acara agenda pembahasan tatib dijadualkan pada pukul 09.00 WITA.

Tidak cukup sampai disitu. MKGR, lanjut Zainal, sedang dipermainkan oleh panitia dalam Munas ini. Pasalnya, Surat dari DPP Golkar bernomor Und-114/GOLKAR/XI/2014 yang ditandatangani Ketum Ical dan Sekjen Idrus kepada DPP MKGR, agar ormas pimpinan Priyo Budi Santoso itu mengirimkan 3 peserta, tidak berlaku di TKP.

"Undangan dari DPP Golkar diberikan kepada kami tanggal 27 (November) supaya mengirimkan mandat 3 orang. Maka dibikinlah oleh kami mandat 3 orang. Tapi, ternyata ada mandat juga yang mengatasnamakan MKGR," ujarnya.

Dijelaskan Zainal, panitia mempermasalahkan surat mandat DPP MKGR karena tidak ditandatangani oleh Ketua Umum Priyo Budi Santoso, yang kini membuat presidium penyelamat partai bersama Agung Laksono. Padahal dalam surat bernomor SM-030/DPP/0/MKGR/XI/2014 itu sudah ditandatangani Ketua MKGR Suryonegoro dan Sekjen Bejo Rusiantoro dan ditembuskan kepada Ketum MKGR Priyo sebagai laporan.

"Saya tegaskan, peserta dari ormas MKGR yang ikut (disetujui panitia) adalah ormas MKGR palsu. Kami akan bawa ini ke hukum," tandasnya. [ysa]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Ombudsman RI Pelototi Tata Kelola Haji

Kamis, 23 April 2026 | 10:15

Kemlu Protes Spanduk "Rising Lion" Israel di RS Indonesia Gaza

Kamis, 23 April 2026 | 10:06

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp17.274 per Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 09:21

Kisah Epik Sang ‘King of Pop’: Film Biopik Michael Resmi Menggebrak Bioskop Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:18

Ketua KONI Ponorogo Sugiri Heru Sangoko Dicecar KPK Soal Pemberian Fee ke Sudewo

Kamis, 23 April 2026 | 09:15

MUI Minta Jemaah Haji Doakan Pemimpin Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:14

Bursa Asia Menguat: Nikkei Cetak Rekor

Kamis, 23 April 2026 | 09:07

Harga Minyak Kembali Tembus 100 Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 08:58

Wall Street Perkasa Berkat Donald Trump

Kamis, 23 April 2026 | 07:41

Pentagon Pecat Petinggi Angkatan Laut John Phelan di Tengah Gencatan Senjata

Kamis, 23 April 2026 | 07:25

Selengkapnya