Berita

ilustrasi/net

Politik

Jokowi Diingatkan Soal Teman Koalisi yang "Sepondok Dua Cinta"

SABTU, 29 NOVEMBER 2014 | 15:43 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak perlu takut terhadap partai politik yang tidak masuk dalam barisan pendukung pemerintah.

Hal ini dikatakan pakar hukum tata negara, Irman Putra Sidin, dalam diskusi bertajuk "Wajah Politik Kita" di Cikini, Jakarta, Sabtu (29/11)

"Presiden tidak perlu takut kepada partai yang tidak masuk dalam barisannya. Justru yang mengganggu itu adalah yang diajak 'tidur bareng dalam selimut'," tegasnya.


Ia ingatkan, pengkhianatan dari koalisi pemerintah sendiri pernah terjadi di zaman pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Karena itu, ia sarankan Jokowi lebih hati-hati mencermati manuver-manuver di dalam koalisinya.

"Justru yang ganggu itu adalah yang diajak tidur bareng dalam selimut. Dulu saya sering katakan, ini seperti sepondok dua cinta. Pura-pura cinta presiden, padahal lebih cinta kepentingannya," kata Irman.

"KMP (Koalisi Merah Puti)h adalah kekuatan yang tidak terlalu mengancam karena jelas kepentingannya. Tapi, ini yang sama-sama presiden yang bahaya," tambah dia.  

Prinsipnya, lanjut dia, KMP merupakan kekuatan penyeimbang sama seperti halnya media massa.

"Kalaupun Prabowo Subianto yang naik (menang Pilpres) saya pun akan mengatakan harus ada kekuatan penyeimbang. Itu supaya presiden bisa kita kawal, supaya tidak jatuh dalam kesalahan," tegasnya. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya