Berita

net

Politik

Soal Pertamina, Jokowi Ingin Lanjutkan Impian Terbesar Bung Karno

SABTU, 29 NOVEMBER 2014 | 13:48 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan keinginannya melanjutkan cita-cita presiden pertama RI, Soekarno, menjadikan Pertamina sebagai perusahaan energi terbesar di Asia.

Ironisnya, mimpi besar ini ada di tengah protes yang marak atas penunjukan Dwi Soetjipto sebagai Dirut Pertamina. Protes ini mulai karena proses pemilihan yang tidak transparan, tidak melibatkan KPK dan PPATK sebagaimana pemilihan menteri-menteri, sampai keraguan terhadap pemahaman mantan Dirut PT Semen Indonesia itu dalam dunia Migas.

Lewat halaman facebook-nya Ir H Joko Widodo, tadi pagi, Jokowi menulis, Pertamina adalah BUMN terbesar di Indonesia, perusahaan yang awalnya didirikan pada masa Pemerintahan Bung Karno pada tahun 1957 dengan nama PT Permina (Perusahaan Minyak Negara).


"Impian terbesar Bung Karno saat itu menjadikan Permina sebagai Perusahaan Minyak terbesar di Asia bahkan menjadi pemain besar di dunia. Namun impian Bung Karno seperti kita tahu kandas karena perkembangan politik pada saat itu yang tak lepas dari dialektika dan dinamika geopolitik internasional," tulis Jokowi.

Dia melanjutkan, lika liku sejarah Pertamina sendiri seolah serupa dengan sejarah bangsa ini. Ada masa jatuhnya, ada masa bangunnya. Kini Pertamina menjadi perusahaan terbaik dunia ke-122 dari 500 perusahaan besar dunia.

"Tentunya kita ingin lebih dari itu. Dengan sumber daya manusia Indonesia yang sudah kampiun cerdasnya, dengan mengembangkan inovasi-inovasi baru maka Pertamina harus ngebut untuk menjadi perusahaan minyak terbesar di Asia, setidak-tidaknya di Asia Tenggara," tegas Jokowi.

"Penunjukkan Bapak Dwi Sutjipto sebagai Dirut Pertamina melalui Menteri BUMN Ibu Rini Soemarno, tentunya mengandung harapan besar membawa Pertamina bukan hanya revitalisasi atas manajemen yang runtut, tapi juga bagaimana membawa Pertamina meloncat jauh ke depan menjadi Perusahaan energi terbesar di Asia," tutupnya. [ald]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kemlu Telusuri Keterlibatan WNI dalam Kasus Online Scam di Malaysia

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:18

Pasar Kripto Lesu, Coinbase Rugi Rp6,8 Triliun

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:09

Syahganda Nainggolan: Ulama Punya Peran Strategis Bangun Gerakan Koperasi Pesantren

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:49

DPR Dorong Perlindungan Hukum dan Kesejahteraan Driver Ojol Lewat Revisi UU LLAJ

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:31

IHSG-Rupiah Tertekan Jelang Akhir Pekan

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:22

Selamat Jalan, James F. Sundah, Legenda Musik yang Berpulang di New York

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:21

Pelapor Dugaan Penggelapan Sertifikat Tanah Mengadu ke Kapolri

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:18

AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Naik Lagi

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:07

Bursa Asia Lemah saat Selat Hormuz Kembali Tegang

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:56

Prabowo Naik Maung ke Pembukaan KTT ke-48 ASEAN di Filipina

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:47

Selengkapnya