Berita

nasir djamil/net

Komisi III: Polri Bukan Koboi, Presiden Perlu Evaluasi Kapolri

JUMAT, 28 NOVEMBER 2014 | 10:12 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Tindakan represif aparat polisi saat menangani sejumlah unjuk rasa di tanah air, termasuk di Makasar, menuai kecaman dari Komisi III DPR RI.

"Ini menunjukkan bahwa gaya militeristik masih kental di korps berbaju coklat tersebut," ujar Anggota Komisi III Nasir Djamil dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi sesaat lalu (Jumat (28/11).

Sebagai langkah tindak lanjut, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini meminta kepada Kapolri Jenderal Sutarman agar membentuk tim khusus untuk mengevaluasi dan memberikan sanksi keras dan tegas kepada pimpinan polisi yang bertanggung jawab terhadap pengamanan aksi unjuk rasa tersebut.


"Komisi III sangat kecewa dengan cara polisi menangani pengunjuk rasa. Seharusnya apapun situasi dan kondisinya polisi tetap melindungi rakyat bukan memukul dan menendang rakyat yang berunjuk rasa," tambahnya.

Nasir menegaskan, polisi merupakan istitusi pengayom dan pelindung masyarakat yang berada di bawah presiden. Jadi sudah sewajarnya jika Presiden Jokowi ikut bertanggung jawab dalam setiap aksi anarki polisi. Presiden, lanjutnya, harus mengevaluasi kepemimpinan Kapolri Sutarman.

"Polisi itu bukan koboi, tapi pengayom dan pelindung masyarakat. Karena itu presiden jokowi selaku atasan langsung kapolri harus bertanggung jawab," sambung Nasir.

Seperti diketahui, Muhammad Arif (20) warga Pampang Kota Makasar tewas, saat bergabung dengan mahasiswa melakukan unjuk rasa menolak naiknya harga BBM di depan kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Makasar kemarin (Kamis, 27/11). Arif versi polisi, tewas karena terjatuh saat unjuk rasa anarkis yang dibubarkan oleh petugas. Namun diberitakan sebelumnya, Arif tewas tertabrak mobil water canon milik polisi yang maju ke arah kerumunan mahasiswa dan warga guna membubarkan perlawanan mahasiswa dengan semprotan air. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Ombudsman RI Pelototi Tata Kelola Haji

Kamis, 23 April 2026 | 10:15

Kemlu Protes Spanduk "Rising Lion" Israel di RS Indonesia Gaza

Kamis, 23 April 2026 | 10:06

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp17.274 per Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 09:21

Kisah Epik Sang ‘King of Pop’: Film Biopik Michael Resmi Menggebrak Bioskop Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:18

Ketua KONI Ponorogo Sugiri Heru Sangoko Dicecar KPK Soal Pemberian Fee ke Sudewo

Kamis, 23 April 2026 | 09:15

MUI Minta Jemaah Haji Doakan Pemimpin Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:14

Bursa Asia Menguat: Nikkei Cetak Rekor

Kamis, 23 April 2026 | 09:07

Harga Minyak Kembali Tembus 100 Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 08:58

Wall Street Perkasa Berkat Donald Trump

Kamis, 23 April 2026 | 07:41

Pentagon Pecat Petinggi Angkatan Laut John Phelan di Tengah Gencatan Senjata

Kamis, 23 April 2026 | 07:25

Selengkapnya