Berita

jokowi-jk/net

Pemerintahan Jokowi-JK Disarankan Transformasikan Bulog Jadi Badan Otoritas Pangan

KAMIS, 27 NOVEMBER 2014 | 14:49 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Problem utama masalah pangan di Indonesia adalah variabel produksi dan distribusi. Dalam hal produksi misalnya terkait dengan produksi pertanian, peternakan, perkebunan dan perikanan, juga terkait dengan infrastruktur, benih dan pupuk. Sementara distribusi terkait dengan aturan ketersediaan benih dan bibit sampai hasil produksi.

"Selama ini dalam mengkonsolidasikan variabel produksi dan distribusi sangat jauh dari harapan sehingga target utk mencapai swasembada pangan belum tercapai, yang tentunya bisa menzerokan impor, memberantas mafia pangan dan menghemat anggaran," kata Ketua Umum Jaringan Kemandirian Nasional (Jaman), A. Iwan Dwi Laksono, dalam keterangan beberapa saat lalu (Kamis, 27/11).
 
Untuk mengatasi persoalan ini, lanjut Iwan, diperlukan Badan Otoritas Pangan. Dan Indonesia sebenarnya sudah memiliki Badan Urusan Logistik (Bulog) yang mempunyai instrumen teknis dan lapangan yang menjangkau sampai ke daerah-daerah.


"Tinggal mentransformasikan saja Bulog tersebut ke Badan Otoritas Pangan dan menambahkan fungsi Industrialisasi Pangan Negara," saran Iwan.

Iwan menilai,  hal ini bisa menjadi salah satu agenda pemerintahan Jokowi-JK yang harus segera dilaksanakan mengingat target-target ketersediaan pangan itu menjadi hal pokok dari rakyat Indonesia.

"Proses transformasinyapun bisa lebih cepat, paling tidak untuk administrasi kelembagaan cuma butuh waktu satu bulan, kemudian persetujuan DPR RI yang optimis bisa dipenuhi karena ini untuk urusan rakyat. Apabila tidak dipenuhi jelas DPR RI anti rakyat. Pemerintah Jokowi -JK dalam proses menuju kesitu harus segera membentuk Pokja Daulat Pangan," demikian Iwan. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Iran Sodorkan 14 Syarat Damai yang Harus Dipenuhi AS

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:59

KPK Soroti Aset Mangkrak Rp27,5 Triliun di Sulsel

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:20

Ribuan Jemaah Haji Bertahap Bergerak dari Madinah ke Makkah

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:14

Ratas Hambalang, Prabowo Matangkan Agenda Pendidikan hingga Hilirisasi Nasional

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:51

Mahasiswa Didorong Kembali jadi Kekuatan Pengontrol Sosial

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:39

Update harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, BP, hingga Vivo

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:27

Perpres Ojol Bawa Angin Segar Bagi Pengemudi Online

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:20

Pemerataan Pendidikan Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:14

Amien Rais Sebaiknya Segera Klarifikasi

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:46

Publik Nantikan Aksi Nyata Dudung Bereskan Masalah MBG

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:36

Selengkapnya