Berita

ilustrasi/net

Media Massa Jangan Sesatkan Berita Revitalisasi Teluk Benoa

KAMIS, 27 NOVEMBER 2014 | 09:00 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Isu revitalisasi Teluk Benoa cukup menarik perhatian media lokal untuk diwartakan lantaran berkaitan dengan lingkungan, pariwisata, budaya dan investasi yang besar di Bali.

Maka dari itu, pengamat media UIN Sunan Kalijaga Iswandi Syahputra berharap media massa bisa objektif dalam memberitakan revitalisasi teluk Benoa di Bali. Jangan memlintir opini masyarakat untuk kepentingan bisnis yang justru merugikan masyarakat.

"Seharusnya, media massa terutama media lokal bisa mengambil peran menyajikan informasi yang dibutuhkan masyarakat Bali, bukan memprovokasi. Kasihan masyarakat Bali disuguhi informasi pelintiran," ujar mantan komisioner KPI tersebut dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi sesaat lalu (Kamis, 27/11).


Media massa, lanjut Iswandi, tidak perlu terlibat dalam mendukung atau menolak revitalisasi teluk Benoa. Cukup menyajikan informasi secara objektif berdasarkan fakta dan prinsip verifikasi.

"Selanjutnya serahkan pada rakyat dan pemerintah Bali untuk memutuskannya," sambung penulis buku Rezim Media tersebut.

Pernyataan Iswandi ini terlontar setelah kajian risetnya berkesimpulan ada media tertentu yang secara sengaja menyebar berita penolakan revitalisasi teluk Benoa.

"Ya, saya lagi lakukan riset analisis pemberitaan media terhadap revitalisasi teluk Benoa. Dari berbagai literatur yang saya baca, Bali Post merupakan media yang melakukan framing jauh dari objektifitas dalam pemberitaan revitalisasi teluk Benoa. Rakyat Bali seperti diperkosa oleh opini yang dipaksakan," tutupnya. [ysa]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya