Berita

hm prasetyo/net

Hukum

Jaksa Agung Partisan Nasdem, Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu Sulit Terwujud

KAMIS, 27 NOVEMBER 2014 | 05:16 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Keputusan Presiden Joko Widodo mengangkat HM Prasetyo sebagai Jaksa Agung memupus harapan besar publik akan adanya perubahan besar dalam penegakkan hukum yang tanpa pandang bulu oleh kejaksaan.  

"Kerja-kerja rutin kejaksaan memang tetap akan berjalan. Tapi saya pesimis di bawah kepemimpinan Prasetyo, korps Adhyaksa bisa menuntaskan kasus-kasus besar," ujar Wakil Ketua Indonesia Human Right Comitee and Social Justice (IHCS), Ridwan Darmawan, kepada kantor berita politik tadi malam (Rabu, 26/11).

Menurut dia, kemampuan Prasetyo sangat meragukan dalam melaksanakan penegakkan hukum tanpa pandang bulu dan penuntasan kasus-kasus besar seperti pelanggaran HAM masa lalu, korupsi BLBI, dan  penyalahgunaan kredit Bank Mandiri ke PT Cipta Graha Nusantara (PT CGN) yang diduga merugikan keuangan negara Rp 160 miliar. Semasa menjabat JAM Pidum kinerja dia buram. Alih-alih itu, Prasetyo malah pernah bersinggungan dengan kasus narkoba.


Selain itu, penunjukkan Prasetyo sebagai Jaksa Agung juga rawan konflik kepentingan. Prasetyo dianggap partisan karena berasal dari Partai Nasdem.

"Bagaimana jika nanti, misalnya, ada kasus-kasus yang melibatkan orang-orang Nasdem?" kata Ridwan mempertanyakan.

Ridwan menambahkan, penunjukkan Prasetyo menjadi bukti Jokowi telah mengingkar janji kampanye membentuk kabinet tidak berdasarkan bagi-bagi kekuasaan. Sebab seperti diketahui bersama, nama Prasetyo salah satu nama yang disorongkan Ketua Umum Nasdem Surya Paloh.

"Penunjukkan Prasetyo menguatkan nuansa pembentukan kabinet berdasar bagi-bagi kekuasaan. Saya tidak yakin bahwa tidak ada orang lain selain Prasetyo yang kompeten memimpin Kejagung," demikian Ridwan.[dem]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya