Berita

ilustrasi/net

Politik

Selama Membela Rakyat Miskin, Interpelasi Layak Didukung

KAMIS, 27 NOVEMBER 2014 | 00:24 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

. Hak interpelasi atau bertanya yang rencananya akan digunakan DPR RI terkait kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebaiknya tidak terlalu dini dipandang negatif.

Hal itu dikatakan Ketua Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII), Bimbi Tuankotta, saat diwawancara beberapa saat lalu, Rabu malam (26/11).

"Selama hak itu digunakan dalam koridor membela kepentingan rakyat, kami pun mendukungnya. Itu hak konstitusional wakil rakyat dan tidak ada yang dirugikan dalam penggunaan hak DPR itu," tegas Bimbi.


Bimbi menilai kebijakan harga BBM yang tidak populis itu diputuskan sepihak dan tergesa-gesa di awal masa pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK). Akibatnya, pemerintah seolah tidak punya empati atas kondisi ekonomi rakyat yang mayoritas miskin dan nyaris miskin.

"Seharusnya pemerintah pikirkan matang bagaimana kompensasi kenaikan harga itu bagi rakyat miskin. Jangan cuma andalkan kartu-kartu yang sampai sekarang dasar hukum dan anggarannya tak jelas. Jelaskan dulu, dampak positif pengalihan subsidi itu akan terasa bagi rakyat dalam jangka berapa tahun?" ucap Bimbi.

Karena itu, ia pribadi memandang pengguliran hak interpelasi menjadi semacam kewajiban bagi wakil rakyat. Ia juga menyarankan agar pemerintahan Jokowi-JK tidak "paranoid", menganggap interpelasi sebagai ancaman pemakzulan.

"Sekali lagi, selama itu masih dalam koridor membela kepentingan rakyat, gerakan mahasiswa layak mendukungnya," pungkas Bimbi.[ald]

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Polda Riau Bongkar Penampungan Emas Ilegal

Selasa, 03 Februari 2026 | 16:17

Istana: Perbedaan Pandangan soal Board of Peace Muncul karena Informasi Belum Utuh

Selasa, 03 Februari 2026 | 16:12

Sekolah Garuda Dibuka di Empat Daerah, Bidik Talenta Unggul dari Luar Jawa

Selasa, 03 Februari 2026 | 16:05

Menag: Langkah Prabowo soal Board of Peace Ingatkan pada Perjanjian Hudaibiyah

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:39

Ini Respons Mendikti soal Guru Besar UIN Palopo Diduga Lecehkan Mahasiswi

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:35

Polri Berduka Cita Atas Meninggalnya Meri Hoegeng

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:13

Demokrat Belum Putuskan soal Dukungan ke Prabowo pada 2029

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:02

MUI Apresiasi Prabowo Buka Dialog Board of Peace dengan Tokoh Islam

Selasa, 03 Februari 2026 | 14:55

Jenazah Meri Hoegeng Dimakamkan di Bogor

Selasa, 03 Februari 2026 | 14:53

PPATK Ungkap Perputaran Uang Kejahatan Lingkungan Capai Rp1.700 Triliun

Selasa, 03 Februari 2026 | 14:46

Selengkapnya