Berita

Ruhut Sitompul/net

Politik

Ruhut: Jangan Seenaknya Bicara, Pak SBY yang Membuat Demokrat Besar

RABU, 26 NOVEMBER 2014 | 18:20 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator (FKPD) mendesak agar Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak lagi maju dalam bursa calon ketua umum di Kongres 2015. FKPD juga mendesak agar perhelatan Silaturahmi Nasional (Silatnas) II segera digelar pada tanggal 23-25 Januari 2015.

Menanggapi hal itu, Jurubicara Demokrat Ruhut Sitompul meminta agar para politisi senior di FKPD tidak seenaknya bicara. Sebaliknya, Ruhut justru meminta mereka sadar diri dan berterima kasih kepada SBY yang telah berhasil membesarkan partai.

"Saya mengajak kepada para pendiri Partai Demokrat, tolong jalankan partai secara utuh. Beliau (SBY) yang membuat Partai Demokrat menjadi besar seperti ini," ujar Ruhut saat ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (26/11).


Ruhut juga menjelaskan bahwa sindiran FKPD soal kolusi keluarga SBY yang banyak jadi struktural partai tidak selayaknya dilayangkan. Keluarga SBY yang masuk di struktural, lanjut Ruhut, memang memiliki kapasitas menjabat.

"Itu tidak elok. Partai Demokrat tidak mengenal KKN. Jika orang itu pantas masuk partai, ya silahkan," bela Ruhut.

Intinya, Ruhut menilai desakan agar Kongres Demokrat dipercepat belum menjadi urgensi partai saat ini.

"Tidak perlu (Kongres PD) dipercepat. Belanda masih jauh, jangan bicara hal-hal yang masih jauh," tandasnya.

Seperti diketahui, Vence Rumangkang adalah Ketua Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator (FKPD) Partai Demokrat. Senin (24/11) kemarin, para Pendiri dan Deklarator, seperti Vence Rumangkang, Ahmad Mubarak dan Haroe Sys Ns berkumpul di Jakarta, konsolidasi untuk memperjuangkan dan membesarkan kembali kejayaan Demokrat. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya