Berita

ilustrasi/net

Sebagai Investasi Besar, Ahok Ditantang Gratiskan PAUD di Seluruh Jakarta

RABU, 26 NOVEMBER 2014 | 15:33 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Karena belum menjadi program wajib belajar, banyak anak-anak di Jakarta tidak bisa mengenyam pendidikan anak usia dini (PAUD). Padahal usia nol hingga enam tahun merupakan tahun emas (golden years) pembentukan karakter anak.

Sebagai provinsi yang punya anggaran pendidikan melimpah, DKI Jakarta diharapkan melakukan terobosan menjadikan PAUD sebagai wajib belajar sehingga bisa dinikmati gratis oleh anak-anak Jakarta.

Demikian dikatakan Senator DPD RI asal Jakarta, Fahira Idris. Ia mengaku menerima banyak keluhan dari warga Jakarta terutama para ibu yang tidak bisa memberikan pendidikan PAUD kepada anaknya karena keterbatasan biaya. Karena belum jadi wajib belajar, maka orang tua harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit agar anaknya bisa merasakan PAUD.


"Saya berharap Gubernur Jakarta yang baru, Pak Ahok, berani buat terobosan membuat Jakarta sebagai daerah peratama yang PAUD-nya jadi wajib belajar. Saya berani jamin jika ini terealisasi, 20-30 tahun ke depan, Jakarta akan jadi salah satu kota terbaik di dunia karena dipimpin oleh orang-orang cerdas, jujur, dan berkarakter. Ini investasi," ungkap Fahira yang juga Wakil Ketua Komite III DPD yang membidangi pendidikan, Rabu (26/11).

Sebagai provinsi dengan pendapatan asli daerah (PAD) terbesar di Indonesia, Jakarta punya anggaran pendidikan yang cukup melimpah. Dalam APBD 2013 saja, provinsi ini menggelontarkan anggaran Rp12,1 triliun untuk pendidikan atau sekitar 28 persen dari total APBD yang artinya mendapat porsi terbesar. Namun, karena belum jadi wajib belajar, dari Rp 12,1 triliun itu hanya sekitar 3 persen diberikan untuk PAUD.

Karena itu, lanjut Fahira, selayaknya Pemerintah DKI Jakarta mulai merancang agar anggaran pendidikan yang besar ini bisa dialokasikan untuk menggratiskan PAUD untuk seluruh anak Jakarta. Apalagi penyerapan anggaran Dinas Pendidikan DKI Jakarta pada 2014 ini termasuk rendah.

"Memang ini bukan pekerjaan mudah, makanya dari sekarang mulai disusun road map, rencana aksi, jika perlu susun naskah akademik agar PAUD menjadi program wajib belajar dan gratis di Jakarta. Karena ini bukan soal PAUD jadi gratis saja, tetapi juga bicara peningkatan kapasitas guru dan fasilitas PAUD. Saya yakin Pak Ahok punya komitmen tinggi untuk pendidikan anak Jakarta,” ujar Fahira.

Di Jakarta sendiri, menurut Fahira, saat ini  ada sekitar 1.250-an PAUD, dengan jumlah peserta didik sekitar 68 ribu anak yang diajar 6200-an tenaga pengajar.  Hampir semua PAUD ini juga inisiatif masyarakat sehingga mulai dari visi misi hingga kurikulumnya dibuat sesuai keinginan para penyelenggara PAUD. Sementara, tenaga pengajarnya kebanyakan adalah relawan.

Persoalan mendasar lain terkait PAUD, tambah Ketua Yayasan Anak Bangsa Berdaya dan Mandiri ini, kebanyakan gedung-gedung PAUD di Jakarta masih sangat sederhana atau seadanya. Tenaga pengajarnya, hampir 80 persen juga belum sarjana, ditambah gajinya yang sangat minim. [ald]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya