Berita

Yoris Raweyai/net

Politik

Golkar Pertimbangkan Sanksi Pemecatan Yoris

SELASA, 25 NOVEMBER 2014 | 20:12 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Yoris Raweyai, menjadi aktor utama di balik ricuh di kubu Partai Golkar yang berseberangan pandangan terkait penyelenggaraan Munas IX.

Demikian disampaikan Ketua DPP Golkar yang juga OC Munas IX Akhmadi Nur Supit di Gedung DPR, Senayan, Jakarta (Selasa, 25/11).

DPP Golkar telah memutuskan dalam Rapimnas bahwa Munas IX akandilaksanakan pada 30 November. Sementara kubu Yoris berpegang pada AD/ART partai yang menyebut Munas IX dilakukan di tahun 2015.


Yoris mengejewantahkan kekesalannya terhadap DPP dengan mengepung rapat pleno persiapan Munas pimpinan DPP. Yoris membawa massa dari kalangan Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) untuk mengepung rapat pleno yang diselenggarakan kemarin (Senin, 24/11) dan hari ini (Selasa 25/11).

Puncak bentrok terjadi sore ini saat dua massa AMPG, satu pimpinan Yoris sementara satu lagi pimpinan Ketua Umum Ahmad Doli Kurnia, terlibat bentrok. Pasukan Yoris berhasil memukul mundur massa AMPG Doli dan otomatis rapat pleno diambil alih kubu Yoris.

Menanggapi hal itu, Akhmadi Nur Supit menjelaskan bahwa partai akan mengkaji sanksi terhadap aksi Yoris tersebut. Terlebih saat ini Yoris bukan strutural partai tapi masih merupakan kader beringin.

"Yang bersangkutan bukan pengurus tapi masih kader. Nanti dikaji apakah akan dilakukan pemecatan sebagai kader. Pasalnya, ini sudah di luar yang bisa ditolerir partai," ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Wakil Bendahara Umum Golkar bambang Soesatyo menjelaskan bahwa rapat pleno sudah selesai dan tetap akan melangsungkan Munas tanggal 30 November.

"Munas tetap di Bali tanggal 30 November. Kita berharap di Bali keamanan tetap terjaga," tandasnya. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya