Berita

Hukum

Bos PT Mega Guna Ganda Ikut-ikutan Diperiksa

SELASA, 25 NOVEMBER 2014 | 12:37 WIB | LAPORAN:

Penyidikan kasus dugaan proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) di Kemendagri tahun anggaran 2011-2012 terus berjalan. Penyidik terus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi di kasus itu.

Untuk hari ini, penyidik mengagendakan pemeriksaan terhadap Endah Lestari selaku Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kasubag pda Sesditjen Dukcapil Kemendagri.

"Dia diperiksa sebagai saksi S (Sugiharto)," terang Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha, Selasa (25/11).


Selain Endah, penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi lainnya dari kalangan swasta. Ada Mulyadi Sanjaya selaku Direktur PT Mega Guna Ganda Semesta.

Lalu, Aji Werdianto selaku Direktur PT Lantas Bumi Lestari‎. Kemudian, Mahmud Toha selaku Pegawai badan pengawasan keuangan dan pembangunan dan‎ Malyono Mawar.

"Mereka juga diperiksa sebagai tersangka S," tandas Priharsa.

PT Lantas Bumi Lestari diketahui merupakan perusahaan pembuatan kartu pintar dan hologram keamanan. Perusahaan ini punya kode emiten (LBL) dan kerap membuat kartu pintar dengan kualitas dan standar keamanan sehingga membuat perusahaan ini berhasil membuat kartu pintar utama di Indonesia.

Sementara PT Mega Guna merupakan perusahaan broker serba ada. Salah satunya, perusahaan ini pernah menjadi penjual Xian Aircraft yang dibeli PT Merpati Nusantara pada 2005.

Dalam kasus dugaan korupsi proyek e-KTP di Kementerian Dalam Negeri tahun anggaran 2011-2012, KPK telah menetapkan mantan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan pada Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri Sugiharto sebagai tersangka. Dalam proyek senilai Rp 6 triliun itu, Sugiharto menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen.

Dia diduga melanggar Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 UU 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ke-1 jo Pasal 64 ke-1 KUHPidana.[wid]


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

DPR Godok Anggaran Rekrutmen KPU-Bawaslu Daerah Dilakukan Serentak

Kamis, 09 Juli 2026 | 22:23

Dari Pala Jadi Peluang, BRI Peduli Perkuat Usaha KWT Bogor Lewat Program AURA

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:50

Mandatori B50 Meluncur, Indonesia Siap Perkuat Kedaulatan Energi

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:50

Prabowo Prediksi Target 100 GW PLTS Bakal Dihujat Pakar

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:46

Kejagung Sebut TNI Jaga Rumah Jampidsus Sudah SOP

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:38

Prabowo: Banyak Negara Iri dan Benci, Ingin RI Kolaps

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:30

Kapal Tanker Pertamina Pride Berhasil Lintasi Selat Hormuz

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:17

Rumah Sentul Tak Masuk LHKPN, Segini Harta Jampidsus

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:13

Prabowo Siapkan Penghargaan untuk Tokoh-tokoh di Balik Kesuksesan B50

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:10

Galon PC Tak Sebabkan Gangguan Hormon, Reproduksi, dan Kanker

Kamis, 09 Juli 2026 | 20:35

Selengkapnya