Berita

tb hasanuddin/net

TB Hasanuddin: Memaksa Pemerintah Datangi DPR Saat Ini Cuma Akal-akalan Saja

SELASA, 25 NOVEMBER 2014 | 09:13 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Reaksi sementara politisi di Senayan terhadap surat edaran Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto kepada para menteri dalam Kabinet Kerja untuk tidak menghadiri dulu rapat-rapat di DPR terlalu berlebihan.

Demikian disampaikan anggota Fraksi PDI Perjuangan, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin. TB Hasanuddin pun menilai surat edaran Seskab itu cukup bijak dalam menghadapi situasi di DPR saat ini. Sebab situasi di DPR saat ini belum sepenuhnya kondusif karena seluruh fraksi belum bekerja bersama-sama di komisi masing-masing. Fraksi-fraksi itu belum bisa bekerjasama karena revisi UU MD3 masih sedang berjalan.

"Saya yakin kalau revisi sudah dilaksanakan dan sudah selesai, kemudian nanti seluruh fraksi sudah masuk di dalam komisi masing-masing, maka komisi secara utuh dan bulat bisa mengundang pemerintah. Kalau sekarang dilaksanakan, maka yang hadir kan hanya lima fraksi. Padahal di DPR ada 10 fraksi," kata TB Hasanuddin kepada RMOL beberapa saat lalu (Selasa, 25/11).


TB Hasanuddin juga mengatakan bahwa tugas DPR itu bukan hanya mengontrol pemerintah semata. Sebab selain tugas pengawasan itu, tugas DPR yang lain adalah tugas anggaran dan membuat UU atau legislasi.

"Kalau memang seperti yang diindikasikan oleh seorang ketua umum partai bahwa ada sekian puluh UU yang perlu direvisi, mengapa tidak merevisi UU saja dulu itu. Toh merevisi UU juga memang tugas DPR yang dimanatkan UU," tegas TB Hasanuddin.

"Sehingga bisa disimpulkan bahwa ketika DPR juga belum kompak sementara memaksa menghadirkan pemerintah, maka itu lebih banyak akal-akalan saja," demikian TB Hasanuddin. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

KPK Tak Gentar Hadapi Praperadilan Mantan Waka PN Depok

Minggu, 03 Mei 2026 | 20:19

Ordal, pada Perspektif Rawls

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:54

KPK Telusuri Duit Panas Cukai ke Pengusaha Rokok

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:23

DPR Geram Ada PRT Tewas: Negara ke Mana?

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:17

Spirit Airlines Jadi Maskapai AS Pertama yang Bangkrut akibat Perang Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:03

Renault Triber 2026, Sensasi Mobil Keluarga Rasa Eropa Harga Rp 106 Jutaan

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:01

Trump Ragu Terima 14 Syarat Damai Baru dari Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:33

DPR Ungkap Ada Skenario Damai di Balik Kasus PRT Tewas di Jakpus

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:09

Andi Arief Ingatkan Militer Masuk Pemerintah karena Sipilnya Koruptif

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:59

Menlu AS Sambangi Vatikan usai Perseteruan Trump dan Paus Leo XIV

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya