Berita

tb hasanuddin-jokowi

TB Hasanuddin: Hanya Orang Kecewa yang Bilang Umur Pemerintahan Jokowi Cuma Dua Tahun

SENIN, 24 NOVEMBER 2014 | 09:35 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pandangan sejumlah pengamat dan politisi yang mengatakan umur pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla hanya bertahan dalam dua tahun saja merupakan pandangan yang muncul dari rasa kecewa saja. Kecewa karena kalah dalam kompetisi pemilihan presiden (Pilpres) yang lalu.

"Kami pun pendukung Megawati di 2004 atau Megawati-Prabowo di 2009 pernah mengalami kekecewaan seperti ini. Karena rasa kecewa itulah kami juga berpendapat bahwa pemerintahan SBY paling lama sekitar satu atau dua tahun. Nyatanya beliau (SBY) bertahan, bahkan hingga10 tahun," kata politisi PDI Perjuangan, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin kepada RMOL beberapa saat lalu (Senin, 24/11).

TB Hasanuddin mengingatkan, untuk menjatuhkan seorang presiden maka seorang politikus harus menghitung dengan benar dukungan publik, dan tidak sekedar menghitung dukungan di DPR saja. Lebih-lebih bila melihat track-record ketika Jokowi menaikkan harga BBM, reaksi dari masyakarat masih dalam batas kewajaran, pun demikian dengan demontrasi yang dilakukan sebagian kecil mahasiswa dan buruh. Artinya lebih banyak publik yang mendukung kebijakan pemerintahan Jokowi.


"Bandingkan dengan di era pemerintahan SBY. Penolakan naiknya harga BBM sangat kuat. Aksi itu datang dari LSM, mahasiswa, buruh, rakyat secara umum, bahkan dari pengusaha. Tapi ternyata pemerintahan SBY berjalan dengan baik-baik saja," jelas TB Hasanuddin.

TB Hasanuddin juga menjelaskan bahwa impeachment yang paling efektif menurut UU adalah ketika seorang kepala negara atau presiden melakukan tindak pidana korupsi. Dan impeachment itu pun bisa dilakukan setelah mendapatkan kepastian dari pengadilan.

"Untuk kasus korupsi, saya percaya Jokowi tidak akan melakukannya. Artinya, jangan mimpi meng-impeach Jokowi karena kasus korupsi. Dengan demikian, menurut perkiraan saya, tidak mungkin presiden jatuh dalam dua tahun ini," kata TB Hasanuddin.

Soal isu kudeta TNI, mantan Sekretaris Militer Presiden ini menegaskan bahwa TNI sejak dibentuk tidak punya tardisi melakukan kudeta. Di tubuh TNI juga tidak pernah menunjukkan karakter, sifat atau keinginan untuk melakukan kudeta. TNI selama ini selalu loyak pada pemerintahan.

"Jadi intinya, pemerintahan Jokowi akan lancar sampai lima tahun ke depan. Bahwa ada suara dan pro dan kontra, ya itulah namanya demokrasi. Demokrasi ini menjadi pilihan kita semuu bangsa Indonesia. Kalau tidak ada pro dan kontra, kita akan kembali ke rezim Orde Baru," demikian TB Hasanuddin. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

KPK Tak Gentar Hadapi Praperadilan Mantan Waka PN Depok

Minggu, 03 Mei 2026 | 20:19

Ordal, pada Perspektif Rawls

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:54

KPK Telusuri Duit Panas Cukai ke Pengusaha Rokok

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:23

DPR Geram Ada PRT Tewas: Negara ke Mana?

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:17

Spirit Airlines Jadi Maskapai AS Pertama yang Bangkrut akibat Perang Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:03

Renault Triber 2026, Sensasi Mobil Keluarga Rasa Eropa Harga Rp 106 Jutaan

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:01

Trump Ragu Terima 14 Syarat Damai Baru dari Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:33

DPR Ungkap Ada Skenario Damai di Balik Kasus PRT Tewas di Jakpus

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:09

Andi Arief Ingatkan Militer Masuk Pemerintah karena Sipilnya Koruptif

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:59

Menlu AS Sambangi Vatikan usai Perseteruan Trump dan Paus Leo XIV

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya