Berita

KENAIKAN HARGA BBM

Mahasiswa Akan Bergabung dengan Kekuatan Rakyat untuk Lumpuhkan Kota

SENIN, 24 NOVEMBER 2014 | 08:38 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Tantangan besar gerakan mahasiswa saat ini adalah mengatur energi agar gelombang gerakan untuk membatalkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) terus meluas, membesar, dan menyatu dengan gerakan rakyat yang lain seperti  gerakan buruh pabrik, buruh transportasi, kaum miskin Indonesia, petani, dosen-dosen progresif dan lain-lain.

"Kita tidak bisa menghilangkan memang peran mahasiswa menjadi pendobrak awal dari perjuangan rakyat, namun terkadang tak jarang pula gerakan mahasiswa sendiri dibenturkan oleh rakyat. Ittulah skenario penguasa hari ini melihat beberapa aksi mahasiswa yang sudah berlangsung di berbagai daerah mendapat perlawanan dari rakyat," kata Ketua Umum Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Lamen Hendra Saputra, kepada beberapa saat lalu (Senin, 24/11).

Karena itu, lanjut Lamen, Aliansi Mahasiswa Indonesia akan mengajak gerakan rakyat di berbagai sektor untuk bertemu dan merumuskan langkah strategis dan langkah taktis secara bersama. Misalnya mogok pabrik, mogok kampus, dan aksi besar lumpuhkan kota. Semua ini dilakukan untuk menjawab prilaku pemerintah yang hari ini melakukan proses pemiskinan secara sistematis dengan menaikkan harga BBM bersubsidi.


Pemerintahan sekarang juga, masih kata Lamen, terkesan melakukan provokasi. Misalnya dalambeberapa kali kesempatan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan paling aksi penolakan terhadap kenaikan harga BBM hanya dua minggu. Ketua Komite Reformasi Tata Kelola Migas Faisal Basri juga terlihat mencoba membangun opini untuk memisahkan perjuangan gerakan mahasiswa dengan rakyat.

"Kami tak akan tinggal diam dan akan terus berteriak turunkan harga BBM, sembako, listrik, sayur-sayuran dan lain-lain," demikian Lamen. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

KPK Tak Gentar Hadapi Praperadilan Mantan Waka PN Depok

Minggu, 03 Mei 2026 | 20:19

Ordal, pada Perspektif Rawls

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:54

KPK Telusuri Duit Panas Cukai ke Pengusaha Rokok

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:23

DPR Geram Ada PRT Tewas: Negara ke Mana?

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:17

Spirit Airlines Jadi Maskapai AS Pertama yang Bangkrut akibat Perang Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:03

Renault Triber 2026, Sensasi Mobil Keluarga Rasa Eropa Harga Rp 106 Jutaan

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:01

Trump Ragu Terima 14 Syarat Damai Baru dari Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:33

DPR Ungkap Ada Skenario Damai di Balik Kasus PRT Tewas di Jakpus

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:09

Andi Arief Ingatkan Militer Masuk Pemerintah karena Sipilnya Koruptif

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:59

Menlu AS Sambangi Vatikan usai Perseteruan Trump dan Paus Leo XIV

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya