Berita

rsa:net

Kesehatan

Rumah Sehat Amira Gelar Penyuluhan Reproduksi untuk Pelajar SMP

MINGGU, 23 NOVEMBER 2014 | 03:42 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Rumah Sehat Amira kembali menyantuni masyarakat lewat program penyuluhan keluarga berencana dan pelayanan KB gratis yang akan digelar hari ini (Minggu 23/11).

Acara akan diselenggarakan di Rumah Sehat Amira 3 yang berlokasi di Jalan  Garuda I RT 10/06, Kayutinggi, Cakung Timur, Jakarta Timur. Rumah Sakit Amira bekerjasama dengan BRI Peduli dalam menyelenggarakan kegiatan ini.
 
Sesuai rencana, program ini juga akan memberikan penyuluhan kesehatan reproduksi kepada siswa-siswi SMP Negeri 262 Cakung pada Senin (24/11) nanti.


Managing Director Rumah Sehat Amira, Harida Bakrie menjelaskan bahwa sasaran program penyuluhan keluarga berencana adalah para ibu kader PKK setempat. Sedangkan pelayanan KB gratis ditujukan buat masyarakat umum yang memerlukannya.

"Sedang penyuluhan kesehatan reproduksi merupakan bagian dari tanggung jawab kita sebagai insan kesehatan.  Kita memberikan informasi yang benar mengenai kesehatan reproduksi seksual kepada remaja dan dewasa muda, terutama anak-anak tingkatan SMP dan SMA,"ujar perempuan yang akrab disapa Ida ini dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi (Minggu, 23/11).
 
Dijelaskan Ida, secara biologis pelajar yang duduk di SMP dan SMA sudah bisa dikatakan dewasa karena organ-organ seks mereka sudah tumbuh sempurna dan keinginan untuk mencoba-coba berkembang pesat.
 
"Sedang informasi mengenai seks, baik yang benar maupun menyimpang, yang bersifat eksperimental berseliweran di internet dan televisi.  Kalau tidak kita beri pengarahan yang benar, sangat berbahaya," paparnya.

Terkait kerjasamanya dengan BRI, Ida menjelaskan akses dengan lembaga lain belum terbuka. Diharapkan di masa yang akan datang dirinya bisa bekerjasama dengan Depkes, BKKBN, BPJS atau lembaga-lembaga lain yang mengurusi kesehatan.
 
Kami sebenarnya senang sekali kalau bisa bekerjasama dengan lembaga-lembaga itu, tapi aksesnya belum terbuka. Kalaupun kadang terbuka, prosedurnya njelimet, lamban, dan bikin frustrasi. Sedang yang kita layani sebagian besar berada di bawah garis kemiskinan, yang kerap kali identitas pun tak punya. Sementara kondisinya sering sudah sangat darurat. Itu sebab dalam operasionalnya Amira mengurangi prosedur, terutama administrasi," tandasnya. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Ombudsman RI Pelototi Tata Kelola Haji

Kamis, 23 April 2026 | 10:15

Kemlu Protes Spanduk "Rising Lion" Israel di RS Indonesia Gaza

Kamis, 23 April 2026 | 10:06

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp17.274 per Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 09:21

Kisah Epik Sang ‘King of Pop’: Film Biopik Michael Resmi Menggebrak Bioskop Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:18

Ketua KONI Ponorogo Sugiri Heru Sangoko Dicecar KPK Soal Pemberian Fee ke Sudewo

Kamis, 23 April 2026 | 09:15

MUI Minta Jemaah Haji Doakan Pemimpin Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:14

Bursa Asia Menguat: Nikkei Cetak Rekor

Kamis, 23 April 2026 | 09:07

Harga Minyak Kembali Tembus 100 Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 08:58

Wall Street Perkasa Berkat Donald Trump

Kamis, 23 April 2026 | 07:41

Pentagon Pecat Petinggi Angkatan Laut John Phelan di Tengah Gencatan Senjata

Kamis, 23 April 2026 | 07:25

Selengkapnya