Berita

jokowi-jk

Pusaka Trisakti: Jokowi-JK Kecewa Jika Menteri Main-Main Amanah

SABTU, 22 NOVEMBER 2014 | 18:55 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Banyaknya kritikan terhadap keputusan Presiden Jokowi yang jauh dari ekspektasi publik sejak pembentukan kabinet yang menyisakan jejak abu-abu hingga komitmen penegakan hukum seperti penunjukan politisi partisan menjadi Jaksa Agung sebaiknya disikapi sebagai bentuk sayang publik terhadap pemerintahan Jokowi-JK yang baru seumur jagung.

Demikian disampaikan Sekretaris Pusaka Trisakti, Fahmi Habsyi, ketika diminta menanggapi hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang menyebutkan kepuasan publik terhadap Jokowi-JK merosot drastis hingga di bawah 50 persen ketika belum genap 100 (seratus) hari. Menurut Fahmi, hal ini wajar saja karena kebijakan tak populis menaikkan BBM sejak awal tidak diikuiti dengan membangun keyakinan publik dengan pembentukan kabinet yang clean and clear sehingga disaat membutuhkan dukungan publik, pers dan civil society dalam kebijakan yang tak populis disikapi publik skeptis.

"ATM Politik dukungan publik sudah berkurang signifikan sebelum kebijakan kenaikan BBM dimunculkan. Over confidence Pak Jokowi ternyata berbeda dengan ekspektasi publik. Patokan publik adalah kabinet Jokowi harus lebih baik integritasnya dan komitmen kerakyatannya  dari kabinet SBY sebelumnya. Sebaiknya imbangi loading dan unloading nya," kata Fahmi beberapa saat lalu (Sabtu, 22/11)


Fahmi memamahami kondisi tersebut sebagai bagian yang pernah ditugaskan dalam tim kecil adhoc yang dibentuk dan disupervisi khusus di bawah Jokowi untuk mengantisipasi kecurangan pilpres satu bulan sebelum pilpres.

"Bercermin pada pengalaman curhatnya Pak Jokowi sebelum berangkat umroh ketika kepercayaan dirinya yang tinggi diawal-awal pencapresan melihat realita dukungan publik di lapangan ternyata berbeda dengan realita sistem politik dan pileg dan pilpres yang amburadul dan carut-marut serta survei Jokowi-JK pada titik kritis selisih 2 persen. Sehari Pak Jokowi bisa menghubungi tim 5-7 kali untuk meringankan kegalauannya," ucapnya.

Ia mengajak publik harus tetap pada keyakinan bahwa Jokowi-JK memiliki komitmen tinggi untuk mensejahterakan rakyat. Sebab Jokowi menyadari realita ini bahwa dukungan politik yang berlimpah ruah kemarin bukan berarti publik selamanya akan "mengendors" setiap langkah politiknya.

Keyakinan publik atas niat dan karakter baik Jokowi-JK harus tercermin juga dalam keputusan dan orang-orang disekeliling yang membantunya. Publik harus memaklumi bahwa Jokowi baru memasuki dunia politik nasional ini sehingga beliau belum mempunyai refrensi yang banyak orang-orang yang tepat untuk membantunya

"Berikan Pak Jokowi-JK waktu untuk menunjukkan pengabdiannya dan memenuhi harapan publik yang tinggi selama pilpres kemarin. Mayoritas yang ditempatkan kabinet saat ini kan mereka tidak sepenuhnya merasakan langsung sejarah suasana kebatinan, kegalauan dan berdarah-darahnya Pak Jokowi dan Pak JK dalam perjuangan pilpres kemarin," jelas Fahmi.

"Jadi pubik dan para relawan punya hak untuk terus mengkritisi dan mengingatkan agar menteri-menteri yang ketiban pulung saat ini harus lebih militan mewujudkan janji-janji Jokowi-JK. Jokowi-JK kecewa jika menteri "main-main" amanah dan harapan rakyat. Ada yang tidak benar, sikat aja! " demikian Fahmi. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Iran Sodorkan 14 Syarat Damai yang Harus Dipenuhi AS

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:59

KPK Soroti Aset Mangkrak Rp27,5 Triliun di Sulsel

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:20

Ribuan Jemaah Haji Bertahap Bergerak dari Madinah ke Makkah

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:14

Ratas Hambalang, Prabowo Matangkan Agenda Pendidikan hingga Hilirisasi Nasional

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:51

Mahasiswa Didorong Kembali jadi Kekuatan Pengontrol Sosial

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:39

Update harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, BP, hingga Vivo

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:27

Perpres Ojol Bawa Angin Segar Bagi Pengemudi Online

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:20

Pemerataan Pendidikan Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:14

Amien Rais Sebaiknya Segera Klarifikasi

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:46

Publik Nantikan Aksi Nyata Dudung Bereskan Masalah MBG

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:36

Selengkapnya