. Semua rakyat Indonesia, dan terutama lagi para politisi dan pemegang kebijakan, harus benar-benar menjaga semangat nasionalisme.
Demikian disampaikan politisi senior PDI Perjuangan, Sabam Sirait di kediamannya di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan (Sabtu, 22/11). Secara khusus, pesan Sabam ini disampaikan kepada Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama.
Ahok, bersama ratusan orang lain yang juga ada beberapa anggota DPR RI dan DPRD DKI Jakarta, berada di kediaman Sabam untuk menghadiri syukuran atas kesehatan Sabam. Beberapa pekan terakhir ini Sabam sempat dirawat di Rumah Sakit Gleneagles Hospital and Medical Centre, Singapura, dan menjalani operasi tulang belakang yang patah setelah terjatuh dari kamar mandi.
Hubungan Ahok dengan Sabam sudah terjalin sangat lama. Saat maju dalam Pilkada DKI Jakarta pada 2002, Ahok dan juga Jokowi meminta restu dan arahan dari Sabam, dengan langsung mendatangi kediamannya.
"Bicara soal Jokowi dan Ahok, eh sekarang Jokowi sudah jadi presiden. Ini si Ahok jadi gubernur," kata Sabam, yang disambut tawa hadirin dan juga senyum sumringah Ahok.
Setelah dirawat, politisi senior ini nampak ceria saat menyampaikan sambutan. Dia bahkan terlihat semangat saat memulai membuka sambutan dengan memekikkan kata "Merdeka."
Kembali pada soal nasionalisme, Sabam berkisah saat ia menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung di era Orde Baru. Saat itu ia mengunjungi Pulau Sabang di Aceh.
"Pulau itu mau dijual, Saudi Arabia mau beli. Saya datang ke sana. Dan jelas saya bilang saat itu ke gubernurnya, tak boleh dijual. Dan tak dijual sampai sekarang," kata Sabam.
Sabam merupakan pendiri PDI, sebelum berubah menjadi PDI Perjuangan. Selama ini Sabam menjadi tauladan politisi dari generasi berikutnya karena keyakinan bahwa politik itu suci dan menjadi medium untuk mensejahterakan rakyat. Sabam pun sudah bukan lagi politisi biasa, namun merupakan negarawan yang pikiran, gagasan dan tindakannya ditunjukkan buat kepentingan bangsa dan negara yang lebih luas.
[ysa]