Berita

jumhur hidayat/net

Bisnis

Dituntut Buruh Pelabuhan Lakukan Mogok, Jumhur Bilang Nanti Dulu

JUMAT, 21 NOVEMBER 2014 | 19:08 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Bagaimana para pengusaha swasta akan tertib mengikuti aturan bila masih banyak BUMN melakukan pelanggaran dengan menerapkan sistem pekerja outsourcing. Karena itu, kini, sudah saatnya eksploitasi manusia oleh negara (exploitation of person by state) dihentikan.

Demikian disampaikan Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Maritim Indonesia (FSPMI), Moh Jumhur Hidayat, dalam  HUT FSPMI ke-16 di Gelangang Remaja Jakarta Utara (Jumat,  21/11). Hadir dalam acara ini ratusan anggota dan pemangku kepentingan.

Kata Jumhur, sistem pekerja outsourcing terjadi pada pekerja-pekerja bongkar muat di pelabuhan-pelabuhaan utama di Indonesia yang dikenal sebagai TKBM (tenaga kerja bongkar muat). Dengan sistem ini, masih banyak di antara mereka yang mendapat upah di bawah Upah Minimum Propinsi (UMP).


"Padahal mereka adalah garda terdepan dalam kelancaran arus barang ekspor impor yang nilainya lebih dari lima ribu triliun rupiah. Ini ironi besar yang harus segera dihapuskan!" tegas Jumhur, yang sudah dekat dengan buruh sejak mahasiswa.

Jumhur juga menyesalkan hingga saat ini tidak ada dana seperti jasa produksi atau bonus tahunan yang diberikan kepada para pekerja TKBM yang berjumlah sekitar 12.000 orang. Padahal keuntungan dari Pelindo II pada 2013 saja mencapai 6,12 triliun rupiah.

"Ini jelas telah terjadi eksploitasi manusia oleh negara dan ini palanggaran dasar dari cita-cita kemerdekaan," tegas Jumhur, yang saat menjadi aktivis mahasiswa ITB di era 80-an sempat jadi tahanan politik Orde Baru.

Oleh sebab itu, lanjut Jumhur, penyisihan misalnya 1 sampai 2 persen dari hasil keuntungan Pelindo II dan Pelindo lainnya untuk bonus jasa produksi merupakan hal yang wajar karena tidak akan membuat perusahaan bangkrut dan tidak juga membuat buruh TKBM jadi kaya raya.

"Mereka hanya ingin hidup normal dan layak di negara Pacasila ini. Hal ini pasti menjadi agenda yang diperjuangkan oleh FSPMI," ungkap Jumhur.

Menurut Jumhur, tuntutan ini tidak berlebihan terlebih kebijakan pemerintah saat ini mau mengembangkan sektor maritim. Maka sudah sewajarnya mereka yang berada di sektor ini hidup sejahtera, dan bukan sebaliknya seperti ayam mati di lumbung padi.

Saat Jumhur menyampaikan pidato, salah seorang buruh TKBM menginterupsi. Ia meminta agar Jumhur Hidayat memerintahkan seluruh pekerja pelabuhan anggota FSPMI untuk mogok kerja. Dan untuk diketahui, pekerja TKBM di Pelindo II Tanjuk Priok saja sekitar 3.000 orang. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

KPK Tak Gentar Hadapi Praperadilan Mantan Waka PN Depok

Minggu, 03 Mei 2026 | 20:19

Ordal, pada Perspektif Rawls

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:54

KPK Telusuri Duit Panas Cukai ke Pengusaha Rokok

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:23

DPR Geram Ada PRT Tewas: Negara ke Mana?

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:17

Spirit Airlines Jadi Maskapai AS Pertama yang Bangkrut akibat Perang Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:03

Renault Triber 2026, Sensasi Mobil Keluarga Rasa Eropa Harga Rp 106 Jutaan

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:01

Trump Ragu Terima 14 Syarat Damai Baru dari Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:33

DPR Ungkap Ada Skenario Damai di Balik Kasus PRT Tewas di Jakpus

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:09

Andi Arief Ingatkan Militer Masuk Pemerintah karena Sipilnya Koruptif

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:59

Menlu AS Sambangi Vatikan usai Perseteruan Trump dan Paus Leo XIV

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya