Berita

Politik

Politisi Nasdem Ikut Nyempil Adukan Ahok ke DPR

RABU, 19 NOVEMBER 2014 | 14:08 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Rombongan anggota DPRD DKI yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP) mengadu ke komisi II DPR RI soal pro kontra pelantikan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai Gubernur DKI. Dalam rapat tersebut, rupanya turut dihadiri perwakilan Fraksi NasDem DPR, Tamanuri.

Kehadiran Tamanuri tercatat dalam absensi rapat komisi II di gedung DPR, Jakarta, Rabu (19/11). Dalam rapat, dia turut bersuara soal kisruh pelantikan Ahok sebagai gubernur DKI menggantikan Joko Widodo.

Menurut Tamanuri, soal beda tafsir atas Perppu Pilkada di mana koalisi pro pelantikan Ahok menilai tak perlu persetujuan DPRD DKI untuk melantik Ahok. Sementara koalisi kontra Ahok menyebut Ahok tak bisa otomatis jadi gubernur, dia lebih setuju pendapat pro pelantikan.


"Jelas mereka (Kemendagri) mereka berdasarkan peraturan dan dasar hukum yang mengikat. Nggak mungkin mereka gegabah," ucap Tamanuri.

Peran pemerintah dimaksud adalah permintaan Kemendagri agar DPRD DKI segera mengangkat Ahok sebagai Gubernur DKI dan pelantikannya dilakukan oleh Presiden Joko Widodo.

Sementara dalam rapat sempat ada permintaan agar komisi II menghubungi Sekretaris Negara untuk menunda pelantikan Ahok, Tamanuri menilai itu terburu-buru.

"Tidak ada gunanya itu, dan andaipun begitu (Ahok tetap dilantik jadi gubernur), masih ada hak-hak anggota DPRD DKI yang bisa digunakan," ucapnya.

Rapat itu dihadiri oleh perwakilan pimpinan dan anggota DPRD DKI dari Gerindra, PKS, Demokrat, PAN dan PPP. Sementara komisi II dihadiri perwakilan Gerindra, PKS, PAN, PPP, Golkar dan NasDem satu orang.

Sebagaimana diketahui, meski NasDem bagian dari Koalisi Indonesia Hebat yang sempat berseteru dengan Koalisi merah Putih, namun partai besutan Surya Paloh itu sudah menempatkan anggotanya di semua komisi. Meski PDIP, Hanura dan PKB belum.[wid]


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya