Berita

Blitz

Orangutan Bukan Mainan, KPI Harus Ketat Awasi Penggunaan Satwa Liar

RABU, 19 NOVEMBER 2014 | 13:16 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

. Media televisi seharusnya menjadi guru yang baik dan benar bagi masyarakat dalam upaya penyampaian informasi, termasuk dalam upaya mendukung konservasi satwa liar di Indonesia.

Ironisnya, pada 8 November 2014 tayangan musik Inbox di SCTV menggunakan Orangutan dan burung Kakatua sebagai hiburan di panggung musik tersebut. Orangutan dibawa naik ke panggung hiburan tersebut dan dijadikan bahan lelucon tanpa ada nilai edukasi apapun mengenai satwa liar.

"Media seharusnya menjadi guru bagi pemirsa televisi dan sudah seharusnya memberikan edukasi yang baik dan benar mengenai satwa liar. Tayangan Inbox di SCTV sama sekali tidak lucu karena Orangutan bukan mainan," kata juru kampanye Centre for Orangutan Protection (COP), Hery Susanto, dalam rilisnya, Rabu (19/11).


Ketika para aktivis perlindungan satwa liar berjibaku melawan perdagangan satwa liar dan melakukan edukasi serta penyadaran ke masyarakat tentang pentingnya satwa liar di alam, media malah seolah melakukan yang kontraproduktif.

"Acara Inbox mencontohkan bagaimana jinaknya burung Kakatua dan Orangutan. Sangat disayangkan ketika dengan bebas satwa tersebut bisa digunakan dalam sebuah acara hiburan," kata juru kampanye Jakarta Animal Aid Network (JAAN), Benvika.

Tayangan yang menggunakan satwa liar seharusnya memuat nilai edukasi yang baik dan benar, bukan hanya menonjolkan sisi hiburan.

Hari ini, Centre for Orangutan Protection (COP), Orangutan Information Center (OIC), Jakarta Animal Aid Network (JAAN), Animals Indonesia dan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) mendatangi Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat untuk menyampaikan bahwa sudah seharusnya KPI menegur SCTV perihal acara Inbox yang menggunakan Orangutan dan Kakatua.

"KPI harus melakukan pemantauan yang ketat untuk acara yang menggunakan satwa liar yang tidak ada nilai edukasinya," kata lembaga-lembaga itu dalam rilis yang diterima. [ald]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Bali Disiapkan Jadi “Dubai Baru”, Duit Asing Bebas Pajak

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:07

DPR Minta Pemerintah Cepat Terbitkan Aturan Turunan UU PPRT

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:01

Dugaan Korupsi Dana APBD untuk Unsultra Dilaporkan ke KPK

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:57

DPR: Kode Etik Media Arus Utama Lebih Jelas Dibanding New Media

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:38

Tarumajaya Raih Paritrana Award Bukti Desa Berpihak kepada Rakyat

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:26

Polisi Sudah Periksa 39 Saksi Terkait Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:15

Ekonomi Tumbuh (Tidak) Disyukuri

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:11

Ombudsman RI Bentuk Majelis Etik untuk Tegakkan Integritas dan Profesionalisme

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:10

Sejarah Erupsi Gunung Dukono Masa ke Masa

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:06

PLN Bedah Mitigasi Risiko Pidana dalam Penerapan KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 08 Mei 2026 | 18:42

Selengkapnya