Berita

Politik

Soal BBM, Jokowi Pilih Saran Bank Dunia Ketimbang JK

SELASA, 18 NOVEMBER 2014 | 17:29 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Kebijakan pemerintahan Joko Widodo menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium sebesar Rp 2.000 menjadi Rp 8.500 sama persis dengan saran Bank Dunia.

Bulan Maret lalu, Lead Economist World Bank, Jim Brumby, yang sedang berada di Jakarta mengatakan bahwa pihaknya memiliki dua skenario harga baru BBM yang harus diambil oleh pemerintah Indonesia.

Skenario pertama, menaikkan harga BBM menjadi Rp 8.500 per liter, dan skenario kedua adalah menaikkan subsidi BBM sebesar 50%,"


"Selamat, kenaikan Rp 2.000 sama dengan saran Bank Dunia. Jadi jelas betul siapa yang memutuskan kebijakan ekonomi Indonesia, ya itu, Bank Dunia," ujar Menko Perekonomian era Pemerintahan Abdurrahman Wahid, DR. Rizal Ramli saat di temui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta (Selasa, 18/11).

Kedatangan Rizal Ramli di gedung parlemen adalah untuk bertemu Ketua MPR RI Zulkifli Hasan. Kepada Zulkifli, ekonom senior yang konsisten memperjuangkan ekonomi konstitusi ini memaparkan pandangan terkait kenaikan harga BBM.

Terkait besaran kenaikan harga BBM ini, hubungan Jokowi dengan Wapres Jusuf Kalla mulai dipertanyakan. JK, lanjut Rizal Ramli, menyarankan untuk menaikkan harga sebesar Rp 3.000 hingga Rp 3.500. Tapi Jokowi mengacuhkan saran pendampinya itu dan justru memilih mendengarkan saran Bank Dunia.

"Jokowi malah dengarkan Bank Dunia. Apalagi basis hitungan yang diberikan Menkeu dan pemerintah, mohon maaf, tidak transparan, tidak terbuka dan ngawur!" tandasnya.[dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya