Berita

rieke diah pitaloka/net

Politik

Tetap Tolak Kenaikan BBM, Rieke Desak Pemerintah Turunkan Harga Kebutuhan Pokok

SELASA, 18 NOVEMBER 2014 | 17:23 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Selain Effendi Simbolon, politisi PDI Perjuangan yang sangat vokal menentang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi adalah Rieke Diah Pitaloka.

Lewat akun twitternya (@rieke_diah), Rieke yang dulu berkampanye untuk kemenangan Joko Widodo di Pilpres 2014 menegaskan, tetap konsisten menolak pencabutan subsidi BBM.

"Kalau ditanya setuju atau tidak harga BBM ke rakyat naik atau tidak, saya tetap pada pendirian konstitusi, tidak setuju," tulis Rieke di akunnya.


Karena harga BBM sudah diputuskan naik, Rieke mengatakan saatnya pemerintah menurunkan harga kebutuhan pokok dan meningkatkan penghasilan rakyat. Berdasar data BPS, BI, Bappenas jika BBM naik Rp 1000 per liter maka penghasilan rakyat harus naik Rp 100.000 per bulan. Jadi, dengan kenaikan Rp 2000 per liter maka penghasilan rakyat harus naik Rp 200.000 per bulan.

Selain itu, yang terkena imbas kenaikan BBM bukan hanya 15,5 juta rumah tangga miskin (RTM) yang mendapat Kartu Keluarga Sejahtera Rp 200.000 per bulan.  Data BPS 2013 menyebutkan pekerja formal berjumlah 46,6 juta orang. Pekerja informal 67,5 juta orang. Mereka tidak termasuk 15,5 juta RTM, namun pasti terkena dampak.

Lebih rinci, tulis Rieke, yang harus dilakukan pemerintah adalah mengntervensi kebijakan politik harga. Tetap memberi subsidi bagi rakyat yang bergerak dari hulu-hilir pengadaan pangan agar harga turun. Kemudian menurunkan harga pangan, termasuk dengan cara memberantas mafia pangan tanpa tebang pilih.

Kemudian, kebijakan politik perlindungan industri nasional terutama padat karya, garmen dan lainnya. PHK bukan solusi efisiensi dari industri. Kebijakan politik perlindungan dan penguatan industri nasional simultan pemberantasan mafia perizinan dan pungli di semua lini

Ia juga menuntut pemerintah tidak lanjutkan kebijakan politik upah murah. Mencabut Inpres 9/2013 tentang kenaika upah seseuai pertumbuhan ekonomi.

"Pertumbuhan ekonomi kuartal I tahun 2014 sebesar 5,1 persen-5,3 persen. BBM naik 30 persen. Masa persentase kenaikan upah di bawah 30 persen? Tekor dong," tulisnya

Selain itu, Rieke menyerukan negara memberi subsidi bagi industri menengah bawah, seperti home industry.

"Jika hal-hal di atas tak diupayakan, maka tak ada bedanya dengan kenaikan BBM dan kompensasinya tahun 2005 dn 2008. @Pak_JK paling paham soal itu," kata Rieke sambil menyinggung akun twitter Wapres Jusuf Kalla. [ald]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya