Berita

ilustrasi/net

Calon Dirut Pertamina Harus Konsisten Stabilkan Ritme Perusahaan

SELASA, 18 NOVEMBER 2014 | 02:54 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Ujung tombak Pertamina harus diisi dengan sosok yang konsisten dan fokus dalam menstabilkan ritme seluruh lini perusahaan pelat merah itu. Mulai dari pemasaran, perniagaan, pengolahan dan keuangan.

Begitu kata pendiri Forum Legislasi Nasional, Juliaman F Saragih, dalam keterangan tertulis menanggapi tujuh kandidat direktur utama PT Pertamina (Persero) yang akan ditentukan 30 November 2014.

"Saya ingin menekankan kalau kita jangan hanya bicara jabatan direktur utama saja. Karena di sisi lain, posisi direktur pemasaran dan niaga serta pengolahan harus masuk dalam kriteria dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sosok direktur utama yang baru," ujarnya (Senin, 17/11).


Seorang direktur utama Pertamina, lanjutnya, jika tidak ditopang oleh sosok yang mengerti betul sektor pemasaran, niaga, dan pengolahan yang cakap dan handal, tentu Pertamina ke depan akan semakin tertinggal jauh.

"Kita ini mau mendirikan kilang minyak sesuai dengan janji Presiden Joko Widodo dan akan membenahi tata kelola pengolahan, hulu dan pemasaran serta pendistribusian," tegasnya.

Juliaman menilai, hanya ada tiga kandidat yang cocok mengisi pos itu. Pertama,  Hanung Budya yang paling santer disebut-sebut sebagai calon kuat direktur utama Pertamina. Saat ini dia menjabat sebagai Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina.

Kedua mantan petinggi Shell, CEO Fortune Energy Singapore Trading, dan Konsultan Lepas Migas Singapura, Jaya Martapa, yang mengaku siap apabila terpilih dan berusaha mengembalikan pertamina menjalankan fungsi untuk pemenuhan minyak dan gas di Indonesia.

Figur selanjutnya, masih kata Juliaman, adalah politisi Partai Demokrat dan mantan Ketua Komisi VII DPR Periode 2009-2014, Milton Pakpahan. [ysa]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya