Berita

Hukum

Mendesak, Jaksa Agung yang Baru untuk Ditetapkan

SENIN, 17 NOVEMBER 2014 | 13:37 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Kursi Jaksa Agung sudah cukup lama dibiarkan lowong. Presiden Joko Widodo diminta segera menetapkan pengganti Basrief Arief yang definitif.

"Jangan terlalu lama, untuk mengangkat dan melantik Jaksa Agung agar kinerja kejaksaan di daerah tidak terganggu," desak pengamat anggaran politik, Ucok Sky Khadafi melalui keterangan tertulisnya yang diterima redaksi, Senin (17/11).

Pada dasarnya, ia berharap Jaksa Agung baru nanti bukan dari kalangan internal kejaksaan atau kader partai politik. Hal ini supaya reformasi di internal kejaksaan bisa berjalan maksimal. Tetapi, rupanya keinginan Jaksa Agung bukan dari internal kejaksaan terganjal UU 16/2004 Kejaksaan.


"Apalagi, syarat menjadi Jaksa Agung harus seorang jaksa, dan hal ini tidak memungkinkan untuk orang luar karena bukan pejabat negara, dan seorang jaksa," terangnya.

Didasari realitas  di atas, hemat Uchok, agar tidak ada gugatan di kemudian hari, maka sebaiknya Jokowi memilih nama-nama dari dalam internal Kejaksaan saja, yang sudah muncul di publik. Seperti, pelaksana tugas Jaksa Agung, Andhi Nirwanto yang juga Wakil Jaksa Agung, HM. Prasetyo (mantan Jampidum) dan sekarang aktif di Nasser, Muhammad Yusuf (kepala pusat PPATK dan  mantan Aspidsus Kejaksaan Tinggi Jakarta); serta Jampidsus, Widyo Pramono.

Terpenting pula, lanjut Uchok menekankan, Jaksa Agung terpilih nanti harus memenuhi kriteria antara lain bukan dari parpol karena rawan terseret konflik kepentingan saat penanganan kasus.

"Lebih baik mencari orang yang sarat pengalaman, senioritas memiliki kredibilitas tinggi, dan sudah melakukan pekerjaan penyelidikan sampai 3.300 perkara, dan penyidikan sampai 4.700 perkara, serta penuntutan sampai 5 ribu perkara," papar Uchok, menambahkan.  

Dengan demikian, calon Jaksa Agung akan mengetahui anatomi Kejaksaan Agung. Diingatkannya, Kejagung membawahi 9 ribu jaksa seluruh Indonesia. Setiap bulan, ribuan perkara ditangani oleh Kejagung. Dan, Jaksa Agung adalah penuntut tertinggi di Republik Indonesia.

"Sangat aneh jika seorang jaksa tidak memahami masalah penuntutan perkara," tegasnya.

Seorang Jaksa Agung juga harus memiliki rekam jejak dan pengalaman yang komplit, disamping itu meniti karir profesi di internal kejaksaan hingga level tertinggi. Yang lebih penting, kata Uchok, jaksa agung baru nanti memiliki komitmen dan semangat yang tinggi dalam memberantas korupsi. Hal ini bisa dibuktikan dari rekam jejaknya dalam menuntut perkara korupsi.[wid]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

KPK Tak Gentar Hadapi Praperadilan Mantan Waka PN Depok

Minggu, 03 Mei 2026 | 20:19

Ordal, pada Perspektif Rawls

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:54

KPK Telusuri Duit Panas Cukai ke Pengusaha Rokok

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:23

DPR Geram Ada PRT Tewas: Negara ke Mana?

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:17

Spirit Airlines Jadi Maskapai AS Pertama yang Bangkrut akibat Perang Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:03

Renault Triber 2026, Sensasi Mobil Keluarga Rasa Eropa Harga Rp 106 Jutaan

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:01

Trump Ragu Terima 14 Syarat Damai Baru dari Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:33

DPR Ungkap Ada Skenario Damai di Balik Kasus PRT Tewas di Jakpus

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:09

Andi Arief Ingatkan Militer Masuk Pemerintah karena Sipilnya Koruptif

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:59

Menlu AS Sambangi Vatikan usai Perseteruan Trump dan Paus Leo XIV

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya