Berita

tjahjo kumolo/net

Menteri Tjahjo Kumolo Terlalu Sederhanakan Persoalan Utang Indonesia

MINGGU, 16 NOVEMBER 2014 | 02:19 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo terlalu menyederhanakan persoalan utang Indonesia.

"Komentar yang menyederhanakan persoalan hutang negara seperti itu menunjukkan bahwa rendahnya pemahaman atas persoalan utang negara yang komplek," kata anggota Komisi XI Fraksi Partai Golkar, Muhammad Misbakhun, kepada , Sabtu malam (15/11).

Tjahjo mengatakan, negara akan membayar utang Rp 1.000 triliun dari penghematan yang berasal dari biaya menerima tamu dan penghematan perawatan kendaraan kepala daerah yang diperkirakan berjumlah 300 juta per hari. Lalu dikalikan dengan jumlah hari dalam setahun dan dikalikan dengan usia pemerintahan yang lima tahun.


Misbakhun mengingatkan, utang negara lahir dan berasal dari permasalahan yang fundamental yaitu persoalan defisit APBN yang selama pemerintahan Presiden SBY selalu terjadi dan ditutup dengan utang. Di saat yang sama, penerimaan dari sektor pajak tidak pernah tercapai sehingga untuk menutupi defisit tersebut dibuatlah surat hutang oleh pemerintah.

"Akar masalah gali lubang tutup lubang ini kalau tidak segera diselesaikan oleh pemerintahan presiden Jokowi, maka persoalan utang negara tidak akan selesai," ungkap Misbakhun.

Misbakhun menambahkan, persoalan penghematan tidak identik dengan membayar utang. Karena penghematan pengeluaran pemerintah tidak serta merta langsung bisa dialihkan menjadi pembayaran uutang.

"Karena alokasi pembayaran utang juga sudah ada posnya tersendiri dalam struktur APBN kita," demikian Misbakhun. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

KPK Tak Gentar Hadapi Praperadilan Mantan Waka PN Depok

Minggu, 03 Mei 2026 | 20:19

Ordal, pada Perspektif Rawls

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:54

KPK Telusuri Duit Panas Cukai ke Pengusaha Rokok

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:23

DPR Geram Ada PRT Tewas: Negara ke Mana?

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:17

Spirit Airlines Jadi Maskapai AS Pertama yang Bangkrut akibat Perang Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:03

Renault Triber 2026, Sensasi Mobil Keluarga Rasa Eropa Harga Rp 106 Jutaan

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:01

Trump Ragu Terima 14 Syarat Damai Baru dari Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:33

DPR Ungkap Ada Skenario Damai di Balik Kasus PRT Tewas di Jakpus

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:09

Andi Arief Ingatkan Militer Masuk Pemerintah karena Sipilnya Koruptif

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:59

Menlu AS Sambangi Vatikan usai Perseteruan Trump dan Paus Leo XIV

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya