Berita

Politik

AMPG: Partai Golkar Sudah Memberi Contoh Berdemokrasi yang Baik

JUMAT, 14 NOVEMBER 2014 | 15:44 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Partai Golkar telah memberi contoh baik dalam pembangunan demokrasi di Indonesia. Itu dibuktikan saat pasangan Prabowo-Hatta kalah, Golkar sebagai partai pengusung menyatakan di luar pemerintah sebagai kekuatan penyeimbang.

"Ini tradisi baru yang baik, Golkar memberikan kesempatan kepada pemenang pilpres (Jokowi-JK) memimpin pemerintahan," ujar Ketua Umum Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Ahmad Doli Kurnia dalam diskusi bertajuk 'Langkah Politik DPR di antara kebijakan Check and Balances dan Agenda kesejahteraan rakyat' di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta (Jumat, 14/11).

Sebagai kekuatan penyeimbang, lanjut Doli, Golkar bukan saja akan mengoreksi kebijakan pemerintah yang merugikan rakyat. Tapi juga memberi solusi dan alternatif kebijakan yang dapat diambil pemerintah Jokowi-JK.


Partai Golkar yang memposisikan diri sebagai kekuatan penyeimbang, kata dia, tidak boleh diartikan mengganggu roda pemerintahan Jokowi-JK. Tapi itu merupakan bagian check and balances dalam melakukan fungsi pengawasan, legislasi dan anggaran.

"Jadi selama kebijakan pemerintah itu baik untuk rakyat, Golkar akan mendukung sepenuhnya," tambah mantan ketua umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) itu.

Sementara AMPG sebagai organisasi sayap Golkar, masih kata Doli, telah merumuskan kebijakan politik yang dapat diambil oleh partai. Kebijakan usulan AMPG adalah mendorong Partai Golkar agar dapat selalu hadir dalam kehidupan rakyat di segala lini.

"Partai Golkar harus posisikan diri sebagai kekasih rakyat," tandas Doli.[wid]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya