Berita

amal el-wahabi/net

Dunia

Ibu Dua Anak Dipenjara karena Danai Aktivitas Suaminya Bersama ISIS

JUMAT, 14 NOVEMBER 2014 | 04:57 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Seorang wanita di London Utara dipenjara 28 bulan karena terlibat pendanaan atas aktivitas suaminya berperang di Suriah.

Diberitakan BBC, Amal El-Wahabi (28), ibu dari dua anak usia 5 tahun dan 17 bulan, ketahuan mendanai aktivitas suaminya dengan pengiriman uang sebesar 20.000 euro ke Turki lewat temannya.

Hakim pengadilan Old Bailey, Nicholas Hilliard, mengatakan kepada El-Wahabi bahwa pengadilan mengetahui suaminya, Aine Davis, terlibat dalam pertempuran di Suriah dan ia mengirimnya uang untuk membantu kegiatan itu.


Davis adalah mantan pengedar narkoba yang pernah dihukum karena memiliki senjata api. Ia meninggalkan Inggris pada bulan Juli 2013. Pada bulan Januari lalu, Davis yang juga dikenal sebagai Hamza, meminta istrinya untuk mengatur pengiriman uang tunai ke Turki.

El-Wahabi kemudian membujuk teman sekolahnya, Nawal Msaad, untuk bertindak sebagai kurir dengan imbalan 1.000 euro.

Namun, rencana tersebut gagal setelah Msaad dihentikan di Bandara Heathrow karena kecurigaan aparat keamanan. Ia mengaku kepada polisi bahwa ia membawa uang tunai yang ia sembunyikan di celana dalamnya.

Pada persidangan awal tahun, Msaad mengklaim bahwa dia tidak menyadari apa tujuan pengiriman uang itu. Ia pun dinyatakan tidak bersalah.

Hakim Hilliard mengatakan bahwa ada bukti jelas bahwa Davis pergi ke Suriah untuk berperang bersama kelompok teroris ISIS.

"Anda tahu dia terlibat dalam kekerasan dengan senjata atas nama agama dan ideologi. Anda mengirim uang untuk tujuan itu," tegas Hakim. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya