Berita

Ban Ki-Moon/net

Dunia

Di Depan Sekjen PBB, Jokowi Sampaikan Cara Lebih Beradab Hadapi ISIS

JUMAT, 14 NOVEMBER 2014 | 01:06 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Ban Ki-moon membawa isu kelompok garis keras Negara Islam (ISIS), selain seputar isu ASEAN dan kemitraan PBB, dalam pertemuannya dengan Presiden RI, Joko Widodo, di sela kegiatan mereka menghadiri KTT ke-25 ASEAN, Myanmar.

Pertemuan berlangsung di Hotel Hilton, Nay Pyi Taw, Myanmar, Kamis (13/11). Presiden Jokowi mengenakan setelan jas warna hitam dengan dasi merah didampingi Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, Menko Perekonomian Sofjan Djalil dan Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto.

Menurut Ban Ki-Moon, Presiden Jokowi dan Indonesia memiliki peran yang sangat penting dalam program-program latihan kepemimpinan dalam memerangi ekstrimisme di dunia Muslim.


Ban Ki-moon juga menyampaikan terima kasih atas peran Indonesia dalam mendukung operasi pemeliharaan perdamaian, dan memberi penjelasan kepada Presiden Jokowi seputar High-Level Independent Panel on Peace Operations.

Sementara Presiden Jokowi mengakui bahwa Sekjen PBB meminta Indonesia untuk ikut bersama-sama dengan negara-negara lain dalam memerangi ISIS.

"Kami sampaikan bahwa Indonesia sudah memulai itu," kata Presiden, dikutip dari situs resmi sekretariat kabinet.

Presiden menyampaikan kepada Sekjen PBB bahwa Indonesia mempunyai pendekatan yang berbeda dalam melawan ISIS. Jika negara lain menggunakan pendekatan keamanan, kata Presiden, Indonesia sebagai negara Muslim mempunyai pendekatan keagamaan dan budaya.

"Saya kira itu lebih mempunyai dampak yang jelas, karena kalau kekerasan dilawan kekerasan akan menimbulkan kekerasan yang lain," katanya.

Selain itu, Presiden Jokowi menyampaikan harapannya kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar memainkan peran yang lebih nyata bagi terwujudnya negara Palestina yang berdaulat.

"Kita menyampaikan mendukung penuh kemerdekaan Palestina dan kita mengharapkan peran PBB lebih nyata, lebih konkret, dan ril," kata Presiden Jokowi. [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Kejagung Periksa PNS Pemprov Banten terkait Korupsi MBG

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:17

Ahli dari Polri Untungkan Febri Adriansyah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:03

Kinerja BUMD DKI Dituntut Lebih Terukur

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:53

Bayar Rp650 Juta tapi Gagal Lolos Kedokteran Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:41

KPK Bongkar Mahar Rp1,12 Miliar di Jalur Mandiri Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:29

Kiai Marsudi Dinilai Mampu Membangun Kemajuan NU Tanpa Kehilangan Jati Diri

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:17

Rektor Unsoed Diduga Terima Gratifikasi Rp680 Juta Lewat Mulyono

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:46

Ahli Praperadilan Febrie Sebut TPPU Perlu Tindak Pidana Asal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:29

Sjafrie Terima Menhan China: Perkuat Kerja Sama Militer

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:16

Mantan Dirdik Jampidsus Jasman Panjaitan Beberkan Kesaksian terkait Febrie

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:05

Selengkapnya