Berita

helmi faishal zaini

Ketua Fraksi PKB: Sama Saja Fadli Zon Ngajak Berantem

KAMIS, 13 NOVEMBER 2014 | 16:58 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Koalisi Indonesia Hebat (KIH) tidak terima diibaratkan seperti orang yang sudah dikasih hati lalu minta jantung lagi.

"Pernyataan kasih hati minta jantung itu sama saja ngajak berantem," jelas Ketua Fraksi PKB Helmi Faishal Zaini di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Kamis, 13/11).

Sebelumnya Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Fadli Zon menjelaskan, Koalisi Merah Putih (KMP) sudah membuka diri untuk berdamai dengan KIH yang membentuk DPR tandingan. KMP legowo menyepakati kursi alat kelengkapan dewan (AKD) sebanyak 21 kursi melalui revisi UU MD3 untuk kubu KIH.


Namun, kesepakatan yang tinggal ditandatangani itu kembali menggantung setelah KIH mengajukan permintaan baru yaitu menghapus pasal mengenai Hak Menyatakan Pendapat (HMP) di dalam UU MD3. Pasal ini menurut kubu KIH berpotensi mengancam posisi Presiden Jokowi. "Istilahnya dikasih hati minta jantung," kata Wakil Ketua DPR RI ini.

Helmi, melanjutkan keterangannya, meminta semua untuk tidak memperuncing masalah dengan mengeluarkan statement-statement yang memperkeruh keadaan. Karena jika ada perdebatan dan perselisihan, harus diselesaikan dengan sistem musyawarah mufakat.

Tapi anehnya, mantan Menteri PDT ini balik menyindir KMP yang memborong semua pimpinan alat kelengkapan dewan. Kata dia, sikap itu bukan solusi dalam menyelesaikan masalah.

"Diperlukan adanya understanding bukan the winner takes all. Yang kita cari win-win solution," tandas Helmi.[zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya