Berita

ilustrasi/net

Subsidi BBM Harus Dialihkan ke Sektor Permodalan

KAMIS, 13 NOVEMBER 2014 | 07:33 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Selama ini subsidi bahan bakar minyak (BBM) masih banyak dinikmati mobil-mobil mewah. Sementara persentase penggunaan subsidi untuk motor dan angkutan umum yang merupakan alat transportasi rakyat sangat kecil.

Karena itu, kata Ketua Umum Wiramuda Indonesia, M. Khoirul Muttaqien, pemerintah bisa saja mengurangi dan bahkan menghapus subsidi BBM. Dengan syarat, subsidi tersebut dialihkan pada sektor permodalan usaha rakyat.

"Pemerintah harus benar-benar memastikan bahwa dana pembangunan, termasuk subsidi, harus memiliki keberpihakan bagi mereka yang kurang berdaya untuk memperoleh layanan pendidikan, kesehatan dan akses modal usaha," kata Khoirul kepada RMOL beberapa saat lalu (Kamis, 13/11).


Khoirul mengingatkan, saat ini rakyat sedang gelisah karena menghadapi AFTA 2015. Bila rakyat tidak diberi akses modal maka tak mungkin warga Indonesia akan semakin terdesak, terjajah dan menjadi kuli di negaranya sendiri. Karena itu, pembangunan manusia dan kemudahan memperoleh modal usaha bagi warga, khususnya kaum muda dan ibu rumah tangga akan menjadi benteng pertahanan ekonomi nasional saat persaingan ekonomi bebas masyarakat ekonomi Asean nanti.

"Wiramuda akan terus menggalang dan mencetak sejuta wirausaha hingga kekampung-kampung. Upaya ini sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan pendapatan pajak dan tercapainya tujuan pembangunan nasional," demikian Khoirul. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

KPK Tak Gentar Hadapi Praperadilan Mantan Waka PN Depok

Minggu, 03 Mei 2026 | 20:19

Ordal, pada Perspektif Rawls

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:54

KPK Telusuri Duit Panas Cukai ke Pengusaha Rokok

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:23

DPR Geram Ada PRT Tewas: Negara ke Mana?

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:17

Spirit Airlines Jadi Maskapai AS Pertama yang Bangkrut akibat Perang Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:03

Renault Triber 2026, Sensasi Mobil Keluarga Rasa Eropa Harga Rp 106 Jutaan

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:01

Trump Ragu Terima 14 Syarat Damai Baru dari Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:33

DPR Ungkap Ada Skenario Damai di Balik Kasus PRT Tewas di Jakpus

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:09

Andi Arief Ingatkan Militer Masuk Pemerintah karena Sipilnya Koruptif

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:59

Menlu AS Sambangi Vatikan usai Perseteruan Trump dan Paus Leo XIV

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya