Berita

ilustrasi/net

Dunia

KRISIS UKRAINA

Militer Rusia Bergerak, Ukraina Siap Perang

KAMIS, 13 NOVEMBER 2014 | 01:42 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Menteri Pertahanan Ukraina, Stepan Poltorak, memberi sinyal bahwa negaranya mempersiapkan perang menghadapi dugaan "peningkatan aktivitas" pasukan militer Rusia dan pemberontak pro-Rusia di timur Ukraina.

Pernyataan itu semakin memperparah kekhawatiran Ukraina bagian timur akan segera jatuh ke dalam pertempuran besar meski kesepakatan gencatan senjata sudah ditandatangani pada bulan September lalu.

"Tugas utama saya adalah untuk mempersiapkan operasi tempur. Kami melakukan ini, kami menyiapkan cadangan kami," kata Poltorak, dikutip Al Jazeera, Rabu (12/11).


Di sela sidang kabinet Ukraina, Poltorak melaporkan bahwa separatis pro-Rusia telah mendapat "bala bantuan".

"Kami mengamati gerakan mereka, kami tahu di mana mereka berada dan kami berharap tindakan tak terduga dari mereka," ancam Poltorak.

Sementara itu, Panglima Tertinggi NATO, Jenderal Philip Breedlove, mengamini laporan Organization for Security and Co-operation in Europe (OSCE), yang dirilis pekan lalu, yang mengatakan tank-tank Rusia memasuki Ukraina.

"Yang paling mengkhawatirkan saya adalah bahwa kita memiliki situasi sekarang di mana perbatasan antara Ukraina dan Rusia benar-benar keropos. Militer, uang, senjata terbuka mengalir bolak-balik melintasi perbatasan ini," jelas Breedlove.

Al Jazeera melaporkan dari Moskow, komentar komandan tertinggi NATO itu bisa menyebabkan situasi yang lebih serius.

Sementara Rusia telah berulang kali membantah tuduhan bahwa pasukannya bergerak melintasi perbatasan ke kawasan timur Ukraina yang dikuasai separatis Ukraina.

Pejabat di Kementerian Pertahanan Rusia, Mayor Jenderal Igor Konashenkov, menolak pernyataan NATO itu dan mengatakan pihaknya tidak lagi menaruh perhatian atas tuduhan-tuduhan NATO.

Sementara dalam beberapa hari terakhir, lapor Al Jazeera, konvoi 43 kendaraan militer, lima penarik Howitzer dan lima penarik roket multi-peluncuran, terpantau sedang dalam perjalanan ke kantong pemberontak di Donetsk, pada Selasa. Yang pasti, kehadiran militer telah meningkat dalam beberapa hari terakhir. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya