Berita

jokowi/net

Tanpa Kontrol, Poros Maritim Jokowi Bisa Jadi Tsunami Dahsyat bagi Indonesia

RABU, 12 NOVEMBER 2014 | 12:25 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Ide poros maritim Presiden Joko Widodo yang mulai dipasarkan ke dunia internasional harus disikapi cermat dan hati-hati.

Demikian disampaikan Ketua Komisi I DPR yang juga Wasekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mahfudz Siddiq. Menurut Mahfudz, ada dua hal penting yang harus dicermati.

Pertama, Presiden Jokowi harus memformulasikan kebijakan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) yang jelas dan disetujui DPR. Kedua, pemerintah harus menyesuaikan kebijakan tersebut dengan peraturan perundang-undangan yang ada, dan dengan The United Nations Convention on the Law of the Sea (Unclos) sebagai hasil dari Deklarasi Djuanda yang menegaskan Indonesia sebagai negara kepulauan dengan batas wilayah maritimnya.


"Tanpa dua hal ini, ide Presiden Jokowi bisa jadi tsunami dahsyat bagi Indonesia," ungkap Mahfudz.

Bila kedua hal tadi sudah dilakukan, Mahfudz melanjutkan, masih juga ada satu prasyarat lain yaitu pemerintahan Jokowi harus serius dan cepat bangun kemampuan kontrol wilayah maritim Indonesia, termasuk di tiga alur laut kepulauan Indonesia (ALKI). Jika tidak maka Indonesia jadi lapangan bola tanpa garis dan juga tanpa wasit serta hakim garis.

"Bisa runyam NKRI," jelas Mahfudz kepada RMOL beberapa saat lalu (Rabu, 12/11).

Untuk wujudkan kemampuan kontrol wilayah maritim, Mahfudz mengingatkan, perlu dukungan kebijakan dan anggaran kepada semua unsur pelaksananya, polisi perairan, imigrasi dan beacukai dan TNI AL, dan semua unsur ini terkoordinasi dalam Bakorkamla. Sementara untuk kontrol keamanan wilayah perbatasan laut misalnya, saat ini armada TNI sangat minim, baik kapal maupun pesawat patroli. Termasuk juga kecukupan radar pantainya.

"Saya khawatir presiden Jokowi terlalu semangat melamar sana-sini, tiba-tiba anak gadisnya hilang diculik orang. Itu kalau saya analogikan Indonesia ini sebagai anak gadis," demikian Mahfudz. (Baca, PKS: Jokowi Seperti Gadis yang Menelanjangi Diri untuk Persilakan Semua Lelaki Menjamahnya). [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

KPK Tak Gentar Hadapi Praperadilan Mantan Waka PN Depok

Minggu, 03 Mei 2026 | 20:19

Ordal, pada Perspektif Rawls

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:54

KPK Telusuri Duit Panas Cukai ke Pengusaha Rokok

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:23

DPR Geram Ada PRT Tewas: Negara ke Mana?

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:17

Spirit Airlines Jadi Maskapai AS Pertama yang Bangkrut akibat Perang Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:03

Renault Triber 2026, Sensasi Mobil Keluarga Rasa Eropa Harga Rp 106 Jutaan

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:01

Trump Ragu Terima 14 Syarat Damai Baru dari Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:33

DPR Ungkap Ada Skenario Damai di Balik Kasus PRT Tewas di Jakpus

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:09

Andi Arief Ingatkan Militer Masuk Pemerintah karena Sipilnya Koruptif

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:59

Menlu AS Sambangi Vatikan usai Perseteruan Trump dan Paus Leo XIV

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya