Berita

golkar/net

Munas Golkar Harus Buka Peluang Regenerasi

RABU, 12 NOVEMBER 2014 | 09:51 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Musyawarah Nasional (Munas) Golkar menjadi pertaruhan regenerasi kepemimpinan di tubuh partai berlambang pohon beringin ini. Betapa tidak, Aburizal Bakrie masih mau maju lagi, sementara Agung Laksono, Priyo Budi Santoso, Hajriyanto Thohari, Agus Gumiwang Kartasasmita, MS Hidayat, dan Zainudin Amali juga bertekad ingin menggantikan Ical.

Pengamat komunikasi politik Ari Junaedi mengaku arus dinamisasi di partai Golkar mudah  dikontrol dan dikendalikan oleh suprastruktur. Ketika pucuk pimpinan dengan didukung para loyalisnya berambisi untuk maju, maka suasana pengkondisian ke arah pengiringan suara bulat dan mufakat menjadi tradisi Golkar yang turun-temurun.

Karena itu, kata Ari kepada RMOL beberapa saat lalu (Rabu, 12/11), harus dibuka peluang terjadinya regenerasi kepeminpinan di Golkar mengingat Golkar adalah partai besar dan paling berpengalaman. Dan juga, hendaknya kader-kader Golkar pemilik suara di Munas dan Rampinas nantinya menyadari, Golkar di bawah kepemimpinan Ical sangat jeblok prestasinya.


"Baik kegagalan menjadi pemenang pemilu, gagal mengantar kadernya menjadi capres, cawapres bahkan menteri sekalipun, gagal menentukan arah politik koalisi serta gagal melakukan regenerasi kepemimpinan," ujar Ari Junaedi.

Menurut pengajar Program Pascasarjana Universitas Indonesia (UI) ini, Ical hendaknya menyadari kalau mau menjadi pemimpin yang hebat dan selalu dikenang, hendaknya juga ikut melahirkan calon pemimpin baru di partainya.

"Golkar itu ibaratnya Manchester United di sepakbola, jika managernya salah menerapkan strategi permainan maka manajer tersebut layak dan legowo harusnya untuk diganti manajer baru. Era Fergusson, zaman Moyes sudah berlalu dan kini MU bersalin rupa di masa Van Gaal," ungkap Ari.

"Lah Golkar kok tidak membuka akses terjadinya penyegaran kepemimpinan ? Tantangan ke depan sangat berat karena baru pertama kali Golkar berada di luar pemerintahan. Nakhoda Golkar yang baru harusnya bisa membawa Golkar menjadi perahu yang tahan goncang," sambung Ari Junaedi yang juga dosen Magister Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

KPK Tak Gentar Hadapi Praperadilan Mantan Waka PN Depok

Minggu, 03 Mei 2026 | 20:19

Ordal, pada Perspektif Rawls

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:54

KPK Telusuri Duit Panas Cukai ke Pengusaha Rokok

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:23

DPR Geram Ada PRT Tewas: Negara ke Mana?

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:17

Spirit Airlines Jadi Maskapai AS Pertama yang Bangkrut akibat Perang Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:03

Renault Triber 2026, Sensasi Mobil Keluarga Rasa Eropa Harga Rp 106 Jutaan

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:01

Trump Ragu Terima 14 Syarat Damai Baru dari Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:33

DPR Ungkap Ada Skenario Damai di Balik Kasus PRT Tewas di Jakpus

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:09

Andi Arief Ingatkan Militer Masuk Pemerintah karena Sipilnya Koruptif

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:59

Menlu AS Sambangi Vatikan usai Perseteruan Trump dan Paus Leo XIV

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya