Berita

Dunia

Para Pemimpin APEC Membentuk Jaringan Anti Korupsi

RABU, 12 NOVEMBER 2014 | 05:58 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Negara-negara anggota Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik atau APEC telah memutuskan untuk mendirikan sebuah jaringan penegakan hukum lintas batas untuk memperkuat kerjasama anti-korupsi transnasional.

Demikian disampaikan Presiden China, Xi Jinping, dalam konferensi pers di ujung pertemuan dua hari para petinggi APEC di Beijing, Selasa (11/11).

"Para pemimpin dan perwakilan APEC telah mencapai konsensus dalam memburu buronan, pengembalian aset haram mereka, dan memperluas kerjasama penegakan hukum," ujar Xi, dikutip dari Xinhua.


Wakil Sekretaris Jenderal Pusat Studi Pemerintahan Bersih Akademi Ilmu Sosial China, Gao Bo, mengatakan, para pemimpin APEC telah mengesampingkan perbedaan politik dan ideologi mereka untuk menekan korupsi.

Dalam Deklarasi Beijing untuk Memerangi Korupsi, anggota APEC berjanji untuk memberantas korupsi melalui ekstradisi pelaku korupsi dan bantuan hukum, serta mengadopsi langkah-langkah yang lebih fleksibel untuk mengembalikan hasil korupsi.

Sebelumnya, profesor dari Universitas Peking, Li Chengyan, mengatakan kawasan Asia-Pasifik cenderung menjadi target utama dari para pejabat korup yang melarikan diri ke luar negeri, khususnya ke Amerika Serikat, Kanada dan Australia, yang belum menandatangani perjanjian ekstradisi dengan China.

"Deklarasi tersebut akan mempercepat negosiasi perjanjian ekstradisi," ditambahkan Gao. [ald]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Bali Disiapkan Jadi “Dubai Baru”, Duit Asing Bebas Pajak

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:07

DPR Minta Pemerintah Cepat Terbitkan Aturan Turunan UU PPRT

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:01

Dugaan Korupsi Dana APBD untuk Unsultra Dilaporkan ke KPK

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:57

DPR: Kode Etik Media Arus Utama Lebih Jelas Dibanding New Media

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:38

Tarumajaya Raih Paritrana Award Bukti Desa Berpihak kepada Rakyat

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:26

Polisi Sudah Periksa 39 Saksi Terkait Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:15

Ekonomi Tumbuh (Tidak) Disyukuri

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:11

Ombudsman RI Bentuk Majelis Etik untuk Tegakkan Integritas dan Profesionalisme

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:10

Sejarah Erupsi Gunung Dukono Masa ke Masa

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:06

PLN Bedah Mitigasi Risiko Pidana dalam Penerapan KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 08 Mei 2026 | 18:42

Selengkapnya