Berita

Dunia

Putin "Menghangatkan" Peng Liyuan Jadi Pembicaraan Hangat di China

RABU, 12 NOVEMBER 2014 | 05:27 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Perilaku pemimpin Rusia, Vladimir Putin, kembali menjadi sorotan dan pembicaraan. Kali ini, ia mencuri perhatian warga Tiongkok dengan tindakan romantis menghangatkan tubuh First Lady mereka, Peng Liyuan.

Sikap "manis" pria nomor satu di Rusia itu terjadi di sela sesi makan malam KTT APEC di Stadion Water Cube Olimpiade Beijing, Senin lalu.

Dalam sebuah video yang ditampilkan media-media online internasional, tampak Peng Liyuan duduk diapit suaminya Presiden Xi Jinping sekitar satu meter di sebelah kanannya dan Putin lebih dekat di sebelah kirinya.


Sementara sang suami asyik berbincang dengan Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Peng Liyuan tampak seperti mencari baju hangat dan menanyakannya ke seorang staf di belakangnya.

Putin, yang baru bercerai pada April lalu, sigap mencuri kesempatan itu untuk mengambil hati Peng Liyuan. Dia spontan menarik sebuah kain selendang di samping Peng, kemudian berdiri dan meletakan kain abu-abu itu dengan hati-hati di atas bahu sang ibu negara.

Peng Liyuan tampak terkejut menerima perlakukan itu. Sedikit canggung dan tersipu malu, ia berdiri pasrah menerima "keberanian" Putin. Ia membungkukkan badannya sedikit sebagai tanda terimakasih. Sementara Putin membalas dengan sikap yang sama.

Selendang tersebut tak lama melekat di tubuh Peng, karena beberapa detik kemudian ajudan Peng memberikannya jaket warna hitam yang memang dicari sejak awal.

Walau agak nekat, namun tindakan Putin ini memicu banyak pujian dari masyarakat pengguna forum media sosial di China pada hari Selasa kemarin, yang di negeri Konfusius itu dikenal sebagai Singles Day (hari para lajang).

Bagi masyarakat di sana, Vladimir Putin memiliki tempat khusus di antara semua pemeran pemimpin dunia yang hadir di Beijing. Mungkin itu adalah warisan sejarah hubungan persaudaraan antara Uni Soviet dan Komunis China di masa lalu. Tapi, bisa juga karena Putin adalah gambaran pemimpin yang kuat dan macho yang dirindukan warga Tirai Bambu.

Akun Weibo dipenuhi komentar soal adegan yang terekam itu. Salah seorang warga memuji tindakan Putin, dan mengatakan: ". Well done, paman Putin".

Pengguna lain juga jatuh cinta pada sikap mantan agen rahasia Soviet itu dan mengatakan, "Dia benar-benar seorang pria. Dia adalah denyut jantung bagi banyak wanita. Keren...!"

Dan kebetulan, 11 November itu disebut Singles Day atau harinya para lajang di China. Beberapa warga pun bertanya-tanya: "Kenapa Putin sendirian?" Lain menyindir, "Ibuku bertanya, kenapa Putin bercerai?"

Mungkin setelah melihat bagaimana forum menanggapi adegan itu, TV negara tidak lagi menayangkan adegan itu. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya