Berita

Aryo Djojohadikusumo/net

Politik

Aryo: Rakyat Belum Disiapkan, Gerindra Tolak Kenaikan Harga BBM

RABU, 12 NOVEMBER 2014 | 03:27 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Partai Gerindra dengan tegas menentang pencabutan subsidi terhadap bahan bakar minyak (BBM) yang berdampak pada kenaikan harga BBM itu sendiri dan bahan-bahan pokok kebutuhan rakyat.

Wakil Sekjen DPP Partai Gerindra yang juga anggota DPR RI, Aryo Djojohadikusumo, mengatakan penolakan Gerindra itu berdasarkan situasi yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.

"Rakyat belum disiapkan untuk menghadapi realita harga BBM tinggi. Fraksi Gerindra ingin pemerintah memberikan solusi lebih dulu kepada rakyat, setelah itu baru naikkan harga BBM," ujar Aryo saat ditemui di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Selasa, 11/11).


Dengan kenaikan harga BBM bersubsidi sebesar Rp 3.000, berarti bensin premium mengalami kenaikan sebesar 46 persen dan solar mengalami kenaikan lebih dari 50 persen.

Persentase kenaikan harga BBM yang begitu besar akan dengan cepat berpengaruh pada laju inflasi. Barang-barang kebutuhan pokok rakyat akan mengalami lonjakan drastis. Sementara itu, pemerintah belum memberikan solusi apapun bagi rakyat agar kemiskinan tidak bertambah parah.

"Jadi sekali lagi, kami menolak keras kenaikan BBM dengan kondisi seperti itu," tegas Ketua Umum Tunas Indonesia Raya (Tidar) ini. [ald]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya