Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, menuduh Israel memicu "perang agama" dengan mengizinkan jemaah Yahudi beribadah di situs suci umat Islam di kota Yerusalem yang diduduki oleh tentara Israel.
Abbas mengatakan itu pada acara peringatan 10 tahun kematian pemimpin Palestina Yasser Arafat, di kota Ramallah, Tepi Barat, Selasa (12/11).
Abbas mengatakan, dikutip dari Al Jazeera, kunjungan jemaah Yahudi itu provokatif dan akan memicu pembelaan atas situs-situs suci dari rakyat Palestina.
Abbas juga menegaskan, bentrokan demi bentrokan yang telah mencengkeram Yerusalem Timur selama empat bulan terakhir dan kerusuhan di Masjid Al Aqsa dikarenakan sikap kaum ultra-konservatif Yahudi.
Dalam kesempatan tersebut, Abbas juga menegaskan kembali rencananya mengajukan rancangan resolusi ke Dewan Keamanan PBB akhir bulan ini untuk diakhirinya pendudukan Israel di wilayah Palestina pada November 2016.
Pada hari yang sama, tentara Israel menembak hingga tewas seorang demonstran Palestina, Imad Jawabreh (21), dalam bentrokan di Tepi Barat selatan Hebron. Imad ditembak di bagian dada di dekat pemukiman pengungsi al-Arroub. Seorang jurubicara militer Israel di Tel Aviv mengatakan, pasukan Israel melepaskan tembakan ketika pengunjuk rasa mengarahkan serangan kepada mereka.
Pemerintah Israel sempat menutup semua akses ke Masjidil Aqsa setelah terjadi insiden penembakan atas Yehuda Glick, seorang aktivis keagamaan yang memimpin kampanye Yahudi untuk diizinkan berdoa di area Masjid suci tersebut, yang kaum Yahudi sebut sebagai Temple Mount.
Glick (48) ditembak mati saat ia meninggalkan sebuah konferensi di Yerusalem pada Rabu (29/10). Seorang warga Palestina yang diduga sebagai pelakunya pun ditembak mati oleh pasukan Israel sehari setelahnya (Kamis, 30/10).
Ketegangan di Masjid Al Aqsa terkait rencana pemerintah Israel membangun kembali apa yang mereka klaim sebagai 'Kuil Ketiga' umat Yahudi. Pembangunan kembali puing kuil suci Yahudi itu akan menggantikan posisi lokasi Masjid Al Aqsa saat ini.
"Lokasi Masjid Aqsa inilah tempat kuil itu berada," kata Menteri Perumahan dan Konstruksi Israel, Uri Ariel, suatu waktu.
Padahal, Masjid Al Aqsa adalah masjid ketiga paling suci bagi umat Islam sedunia, setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Arab Saudi. Warga Palestina menganggap rencana itu sebagai penodaan agama Islam dan upaya sistematis menghilangkan identitas Islam dari tanah Palestina.
[ald]