Berita

Muhammad Awaluddin/net

Bisnis

Dukung Jokowi Bangun 1.000 Kampung Nelayan, Telkom Benahi Sistem ICT di Pelelangan Ikan

SELASA, 11 NOVEMBER 2014 | 18:51 WIB | LAPORAN:

Sejalan visi baru mengembangkan poros maritim sebagai garda terdepan kemajuan dan kedaulatan bangsa, Presiden Joko Widodo telah menetapkan pengembangan 1000 kampung nelayan di seluruh Indonesia. Kampung nelayan nantinya akan dikembangkan baik infrastruktur fisik dan non-fisik. Presiden Jokowi pun telah meminta seluruh pihak menyukseskan program 1.000 kampung nelayan tersebut.

Menanggapi imbauan itu, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) memberikan penguatan infrastruktur Information & Communication Technology (ICT) di kampung-kampung nelayan. Infrastruktur ICT merupakan soft infrastructure yang tidak kalah penting dalam pengembangan kampung nelayan. Peran ICT diharapkan mampu mengintegrasikan seluruh ekosistem yang terkait langsung dengan kampung nelayan secara digital.

Sebagai bentuk nyata dukungan program pemerintah terkait pengembangan kampung nelayan, Telkom memulai bekerjasama dengan UPT Pengelola Kawasan Pelabuhan Perikanan dan Pelabuhan Pendaratan Ikan (PKPP dan PPI), Muara Angke.


Kerjasama ini merupakan pilot project sehingga diharapkan kampung nelayan Muara Angke menjadi prototype kampung nelayan yang terintegrasi secara digital sebagai referensi pengembangan kampung nelayan lainnya di Indonesia. Hal ini pun  sejalan dengan program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang baru, terkait pendataan kapal dan monitoring penyaluran solar bersubsidi.

Direktur Enterprise & Business Service Telkom, Muhammad Awaluddin memimpin langsung acara pengenalan dan implementasi layanan terhadap ekosistem kampung nelayan Muara Angke yang terintegrasi secara digita di TPI, Muara Angke. Acara itupun dihadiri jajaran UPT PKPP dan PPI Muara Angke, Dinas Perikanan dan Kelautan Pemprov DKI dan beberapa komunitas pelaku usaha perikanan dan nelayan Muara Angke.

"Telkom berkomitmen  membantu segala potensi bisnis yang ada masyarakat, dan kali ini kita menyaksikan  pengembangan kampung nelayan Muara Angke sebagai kampung nelayan pertama yang dikembangkan berbagai dukungan infrastruktur dan layanan ICT. Dalam tahap pertama ini, Telkom menyediakan berbagai infrastruktur dan layanan aplikasi yang berkaitan langsung kebutuhan nelayan dan UPT PKPP dan PPI Muara Angke," kata Awaluddin di Jakarta, Senin (10/11).

Berbagai layanan disediakan Telkom dalam program ini, seperti pemasangan akses WiFi sebanyak 21 Access Point di berbagai lokasi (kantor UPT dan TPI, Pengolahan Ikan, Pusat Jajan Serba Ikan/Pujaseri), pemasangan 5 titik CCTV, Mobile Combat penguat sinyal Telkomsel, TV Wall yang menyajikan content data up-to-date terkait informasi cuaca, informasi ketinggian gelombang laut, iklim harian, hingga harga ikan, disamping juga penyediaan data lainnya yang terkait langsung kebutuhan informasi bagi nelayan. Disamping itu, Telkom  menyediakan aplikasi data terkait keperluan UPT PKPP dan PPI Muara Angke, seperti data kapal, data izin kapal, data ABK dan jumlah kapal yang berlayar dalam bentuk online.

"Kami ingin Tempat Pelelangan Ikan(TPI)  ini sekaligus menjadi Tempat Pusat Informasi (TPI) berbagai hal guna menunjang aktifitas nelayan dan operasional UPT PKPP dan PPI Muara Angke," katanya.

"Berbagai informasi disediakan dalam bentuk teknologi cloud computing sehingga lebih mudah diakses kapanpun melalui mobile gadget dengan akses internet. Kedepan, UPT PKPP dan PPI Muara Angke lebih mudah memonitor lokasi kapal, proses perijinan dan masa ijin kapal, monitoring bahan bakar minyak termasuk diimplementasikannya teknologi fish finder dan teknologi tracing and tracking untuk kapal nelayan yang  melaut, vessel management system dan termasuk  satellite communication dan broadband maritime," sambung dia.

Menurut Awaluddin, selama ini pihak UPT PKPP dan PPI Muara Angke telah menyediakan berbagai informasi kepada nelayan. Namun, terkendalan update data mengingat data disediakan dalam bentuk cetak manual atau semacam tabloid, sehingga memiliki berbagai keterbatasan bagi nelayan.

"Keterbatasan update informasi inilah yang menjadi pendorong Telkom membantu program ini," terangnya.

Dijelaskannya, sebagai prototype atau pilot project, berarti akan ada pengembangan-pengembangan yang dilakukan Telkom. Khusus program pengembangan ICT di kampung nelayan, pihaknya  melibatkan langsung anggota group Telkom  menyiapkan  aplikasi dan layanan tersebut. Tujuan akhirnya para stakeholder yang terkait kampung nelayan (Pemerintahan, Pelaku Bisnis, Nelayan dan masyarakat sekitar) dapat menikmati berbagai kemudahan  berbasis ICT. Pada tahap awal sampai  akhir 2014 ini, Telkom  menargetkan 10 kampung nelayan se-Indonesia. Hasil dari pengembangan di Muara Angke akan direplikasi diimplementasikan untuk kampung nelayan lainnya, seperti  di Pangandaran, Cirebon, Tuban, Bitung dan lain-lain.

Disamping penyediaan infrastruktur Wifi dan Mobile Combat Telkomsel, kata Awaluddin,  Telkom pun menawarkan berbagai aplikasi seperti BosToko dan SmartBisnis menunjang usaha bagi para pelaku bisnis di sektor perikanan lain di sekitar TPI Muara Angke.

"Kami melayani seluruh pihak stakeholder yang terkait ekosistem kampung nelayan ini dengan berbagai layanan dan aplikasi," pungkasnya.[dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Selamatkan Aset Negara, UIN Jakarta Jalankan Integrasi SMA/SMK Triguna

Sabtu, 04 Juli 2026 | 02:16

KPK Sita Uang Rp1 Miliar Lebih dan Puluhan Kg Platinum Hasil Korupsi Bupati Langkat

Sabtu, 04 Juli 2026 | 02:00

UI Angkat Bicara soal Kajian LGBT Mahasiswa, Begini Tanggapannya

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:48

Kronologi OTT Bupati Langkat, Mantan Anggota DPRD Sumut jadi Kurir Uang Suap

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:32

Badko HMI Sulbar Siap Kawal Kasus Kapolres Pasangkayu

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:16

Bupati Langkat juga Terima Cuan Jual Beli Jabatan Camat hingga Kepsek, Segini Nilainya

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:56

Sinergi Kemensos-ITB Visi Nusantara Serap Lulusan Sekolah Rakyat

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:37

Bupati Langkat Diduga Minta Fee 17 Persen ke Timses Usai Raup Proyek Rp10,2 Miliar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:12

Arief Poyuono Apresiasi Danantara Gandeng KPK Bersih-bersih BUMN

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:03

Bupati Langkat Syah Afandin dan Tim Sukses Tersandung Kasus Suap

Jumat, 03 Juli 2026 | 23:48

Selengkapnya