Berita

mohamad prakosa/net

Hukum

Mantan Menhut Era Megawati Kembali Diperiksa KPK

SELASA, 11 NOVEMBER 2014 | 14:54 WIB | LAPORAN:

. Mohamad Prakosa, menteri pertanian pada kabinet Gotong Royong ikut-ikutan diperiksa penyidik KPK dalam perkara suap tukar pengurusan rekomendasi alih fungsi hutan di Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/11). Di kasus ini bos PT. Bukit Jonggol Asri (BJB) sekaligus bos Sentul City, Kwee Cahyadi Kumala alias Swie Teng ditetapkan menjadi tersangka.

"Saya mendapatkan surat dari KPK untuk dijadwalkan dalam memberikan keterangan sebagai saksi dalam tindak pidana korupsi memberi atau menjanjikan sesuatu kepada PNS atau penyelenggara negara," kata Prakosa setibanya di Kantor KPK Jakarta, Selasa (11/11).

Prakosa tiba sekitar pukul 14.10 WIB. Saat ini, dia sudah berada di ruang pemeriksaan dan memberikan keterangan ke penyidik. Diketahui pengajuan rekomendasi izin PT. BJA ini sudah dilakukan sejak Prakosa masih menjabat sebagai menteri.


Prakosa mengaku belum mengetahui apa saja yang akan ditanyakan penyidik kepadanya saat ini. Sebelumnya, Prakosa juga telah diperiksa untuk tersangka sebelum Cahyadi Kumala, yakni mantan Bupato Bogor Rachmat Yasin.

"Saya tidak tahu. Yang dulu bulan Juni, itu saya memberikan keterangan untuk tersangka. Yang ditanyakan, adalah pengetahuan saya pada saat saya menjabat sebagai menteri kehutanan status kawasan hutan itu," terang dia.

"Apa ada izin atau tidak, itu saja. Jadi tidak terkait langsung seperti memberi sesuatu atau menerima sesuatu," sambung Prakosa menjelaskan ditanya status izin tersebut bagaimana. [rus]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

DPR Godok Anggaran Rekrutmen KPU-Bawaslu Daerah Dilakukan Serentak

Kamis, 09 Juli 2026 | 22:23

Dari Pala Jadi Peluang, BRI Peduli Perkuat Usaha KWT Bogor Lewat Program AURA

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:50

Mandatori B50 Meluncur, Indonesia Siap Perkuat Kedaulatan Energi

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:50

Prabowo Prediksi Target 100 GW PLTS Bakal Dihujat Pakar

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:46

Kejagung Sebut TNI Jaga Rumah Jampidsus Sudah SOP

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:38

Prabowo: Banyak Negara Iri dan Benci, Ingin RI Kolaps

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:30

Kapal Tanker Pertamina Pride Berhasil Lintasi Selat Hormuz

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:17

Rumah Sentul Tak Masuk LHKPN, Segini Harta Jampidsus

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:13

Prabowo Siapkan Penghargaan untuk Tokoh-tokoh di Balik Kesuksesan B50

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:10

Galon PC Tak Sebabkan Gangguan Hormon, Reproduksi, dan Kanker

Kamis, 09 Juli 2026 | 20:35

Selengkapnya