Republik Rakyat China berharap Jepang tetap mengikuti jalan damai dan mengadopsi kebijakan militer dan keamanan yang bijaksana
Demikian dikatakan Presiden China, Xi Jinping, saat bertemu Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, pada pertemuan menjelang pertemuan yang ke-22 Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Beijing, Senin (10/11).
Pertemuan itu terjadi setelah tercapainya kesepakatan dua pihak atas empat butir komitmen pada pekan lalu (7 November). Kedua pihak setuju untuk melanjutkan dialog diplomatik, sementara mengakui posisi masing-masing yang berbeda tentang Kepulauan Diaoyu atau Senkaku dalam bahasa Jepang.
Untuk membangun hubungan bilateral yang stabil dan sehat, kata Xi, ia mendesak Jepang untuk melakukan lebih banyak hal yang membantu meningkatkan rasa saling percaya antara Jepang dan negara-negara tetangganya. Jepang juga mesti memainkan peran konstruktif dalam menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan.
"Kerusakan yang parah telah muncul dalam hubungan dua tahun terakhir," kata Xi, dikutip dari
Xinhua.Dia berharap, seiring telah tercapainya empat kesepakatan untuk meningkatkan hubungan bilateral, pihak Jepang pun serius menangani isu-isu terkait sesuai dengan kesepakatan.
Xi mengatakan, Jepang harus mengikuti sejarah dokumen politik antara China dan Jepang dan menghormati komitmen yang dibuat oleh pemerintah Jepang sebelumnya.
Ia merujuk juga pidato mantan Perdana Menteri Jepang, Tomiichi Murayama, yang menyatakan bahwa Jepang, melalui pemerintahan kolonial dan agresi, telah menyebabkan kerusakan besar dan penderitaan bagi rakyat banyak negara, terutama di Asia. Murayama juga menegaskan bahwa kesalahan tersebut tidak boleh diulangi di masa depan.
Mengingat bahwa Cina dan Jepang adalah tetangga dekat, Xi mengatakan bahwa pembangunan hubungan yang sehat antara China dan Jepang sejalan dengan kepentingan mendasar dari masyarakat di kedua negara serta aspirasi umum dari masyarakat internasional.
Selama pertemuan dengan Xi, Shinzo Abe mengatakan bahwa Jepang bertekad untuk terus membangun perdamaian dan akan mempertahankan pandangan yang dipegang oleh pemerintah sebelumnya dalam hal sejarah hubungan dua negara.
"Pembangunan China yang damai merupakan peluang besar bagi Jepang dan dunia," katanya kepada Xi.
Hubungan politik China-Jepang terus memanas sejak pemerintah Jepang membeli tiga dari empat pulau di Kepulauan Diayou atau Senkaku itu dari pemilik swasta yang juga orang Jepang.
Kunjungan Abe tahun lalu ke Kuil Yasukuni juga memiliki dampak serius pada hubungan bilateral dua negara.
[ald]