Berita

net

Dunia

Xi Jinping dan Shinzo Abe Sepakati Hubungan yang Damai

SELASA, 11 NOVEMBER 2014 | 02:34 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Republik Rakyat China berharap Jepang tetap mengikuti jalan damai dan mengadopsi kebijakan militer dan keamanan yang bijaksana

Demikian dikatakan Presiden China, Xi Jinping, saat bertemu Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, pada pertemuan menjelang pertemuan yang ke-22 Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik  (APEC) di Beijing, Senin (10/11).

Pertemuan itu terjadi setelah tercapainya kesepakatan dua pihak atas empat butir komitmen pada pekan lalu (7 November). Kedua pihak setuju untuk melanjutkan dialog diplomatik, sementara mengakui posisi masing-masing yang berbeda tentang Kepulauan Diaoyu atau Senkaku dalam bahasa Jepang.


Untuk membangun hubungan bilateral yang stabil dan sehat, kata Xi,  ia mendesak Jepang untuk melakukan lebih banyak hal yang membantu meningkatkan rasa saling percaya antara Jepang dan negara-negara tetangganya. Jepang juga mesti memainkan peran konstruktif dalam menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan.

"Kerusakan yang parah telah muncul dalam hubungan dua tahun terakhir," kata Xi, dikutip dari Xinhua.

Dia berharap, seiring telah tercapainya empat kesepakatan untuk meningkatkan hubungan bilateral, pihak Jepang pun serius menangani isu-isu terkait sesuai dengan kesepakatan.

Xi mengatakan, Jepang harus mengikuti sejarah dokumen politik antara China dan Jepang dan menghormati komitmen yang dibuat oleh pemerintah Jepang sebelumnya.

Ia merujuk juga pidato mantan Perdana Menteri Jepang, Tomiichi Murayama, yang menyatakan bahwa Jepang, melalui pemerintahan kolonial dan agresi, telah menyebabkan kerusakan besar dan penderitaan bagi rakyat banyak negara, terutama di Asia. Murayama juga menegaskan bahwa kesalahan tersebut tidak boleh diulangi di masa depan.

Mengingat bahwa Cina dan Jepang adalah tetangga dekat, Xi mengatakan bahwa pembangunan hubungan yang sehat antara China dan Jepang sejalan dengan kepentingan mendasar dari masyarakat di kedua negara serta aspirasi umum dari masyarakat internasional.

Selama pertemuan dengan Xi, Shinzo Abe mengatakan bahwa Jepang bertekad untuk terus membangun perdamaian dan akan mempertahankan pandangan yang dipegang oleh pemerintah sebelumnya dalam hal sejarah hubungan dua negara.

"Pembangunan China yang damai merupakan peluang besar bagi Jepang dan dunia," katanya kepada Xi.

Hubungan politik China-Jepang terus memanas sejak pemerintah Jepang membeli tiga dari empat pulau di Kepulauan Diayou atau Senkaku itu dari pemilik swasta yang juga orang Jepang.

Kunjungan Abe tahun lalu ke Kuil Yasukuni juga memiliki dampak serius pada hubungan bilateral dua negara. [ald]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Bali Disiapkan Jadi “Dubai Baru”, Duit Asing Bebas Pajak

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:07

DPR Minta Pemerintah Cepat Terbitkan Aturan Turunan UU PPRT

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:01

Dugaan Korupsi Dana APBD untuk Unsultra Dilaporkan ke KPK

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:57

DPR: Kode Etik Media Arus Utama Lebih Jelas Dibanding New Media

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:38

Tarumajaya Raih Paritrana Award Bukti Desa Berpihak kepada Rakyat

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:26

Polisi Sudah Periksa 39 Saksi Terkait Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:15

Ekonomi Tumbuh (Tidak) Disyukuri

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:11

Ombudsman RI Bentuk Majelis Etik untuk Tegakkan Integritas dan Profesionalisme

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:10

Sejarah Erupsi Gunung Dukono Masa ke Masa

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:06

PLN Bedah Mitigasi Risiko Pidana dalam Penerapan KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 08 Mei 2026 | 18:42

Selengkapnya