Berita

Basuki Hadimuljono/net

Politik

Tindakan Menteri PU dan Pera Cerminkan Egoisme Sektoral

SELASA, 11 NOVEMBER 2014 | 01:26 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU dan Pera), Basuki Hadimuljono, dikabarkan membentuk struktur baru di dalam kementeriannya.

Yang mengagetkan, Direktorat Jenderal (Dirjen) Pengembangan Wilayah akan menggantikan Dirjen Tata Ruang dalam salah satu struktur yang dibentuk Menteri PU dan Pera.

"Kami menilai tindakan Menteri PU dan Pera tersebut akan semakin mengukuhkan semangat egoisme sektoral kelembagaan yang mengatur tentang tata ruang dan wilayah. Ego-sektoral selama ini telah nyata menyebabkan tumpang tindih dan melahirkan konflik agraria di lapangan," ujar Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Iwan Nurdin, dalam rilisnya.


Adanya Dirjen Pengembangan Wilayah ini mencerminkan tidak ada itikad konkret dari pembantu-pembantu Jokowi untuk bersinergi melaksanakan reforma agraria yang didukung oleh semua sektor yang berkaitan dengan reforma agraria.

"Pembentukan Dirjen Pengembangan Wilayah kami anggap terlalu memaksakan diri. Seharusnya semua fungsi penataan ruang pindah ke dalam struktur Kementerian Agraria dan Tata Ruang. Penyatuan semua fungsi, tugas dan wewenang semestinya ada di satu Kementerian saja demi terciptanya satu paradigma, komando dan sinergitas," ujarnya.

Demi terlaksananya visi misi keagrariaan Presiden Joko Widodo dalam Nawacita (9 program prioritas) yang hendak membagikan 9 juta hektar lahan kepada para petani, ia sarankan semua fungsi penataan ruang di berbagai kementerian, seperti Dirjen Pengembangan Wilayah Kementerian PU dan Pera, Dirjen Planalogi di Kementerian Kehutanan disatukan di dalam struktur Kementerian Agraria dan Tata Ruang.

"Hal itu demi tercipta fungsi teraturnya penataan seluruh daratan di Indonesia, pemanfaatannya dan pengendaliannya serta penuntasan konflik agraria," ujar Iwan Nurdin. [ald]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Bali Disiapkan Jadi “Dubai Baru”, Duit Asing Bebas Pajak

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:07

DPR Minta Pemerintah Cepat Terbitkan Aturan Turunan UU PPRT

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:01

Dugaan Korupsi Dana APBD untuk Unsultra Dilaporkan ke KPK

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:57

DPR: Kode Etik Media Arus Utama Lebih Jelas Dibanding New Media

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:38

Tarumajaya Raih Paritrana Award Bukti Desa Berpihak kepada Rakyat

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:26

Polisi Sudah Periksa 39 Saksi Terkait Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:15

Ekonomi Tumbuh (Tidak) Disyukuri

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:11

Ombudsman RI Bentuk Majelis Etik untuk Tegakkan Integritas dan Profesionalisme

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:10

Sejarah Erupsi Gunung Dukono Masa ke Masa

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:06

PLN Bedah Mitigasi Risiko Pidana dalam Penerapan KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 08 Mei 2026 | 18:42

Selengkapnya