Berita

Susi Pudjiastuti/net

Hukum

Susi Belum Tahu Bagaimana Mengisi Laporan Harta Kekayaan

SELASA, 11 NOVEMBER 2014 | 01:07 WIB | LAPORAN:

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, membahas masalah pencegahan korupsi dengan sejumlah pimpinan dan jajaran Deputi Pencegahan KPK yang diwakili oleh Johan Budi SP.

Diskusi tersebut berlangsung sekitar dua setengah jam. Susi datang sekitar pukul 19.00 WIB dan merampungkan pertemuan sekitar pukul 21.25 WIB. Menteri Susi juga mengakui kedatanganya sekaligus diskusi laporan harta kekayaan.

"Soal LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara)," ujar Susi sebelum meningggalkan kantor KPK, Kuningan, Jakarta, Senin malam (10/11).


Walau begitu, Susi enggan mengungkapkan apa isi diskusi menyangkut laporan harta kekayaan yang diserahkannya ke KPK. Susi hanya menyatakan terdapat sejumlah materi lain yang dibahas dengan KPK. Hal itu terkait dukungan KPK terhadap kebijakan yang transparan menyangkut tata kelola laut dan perikanan.

"Minta dukungan KPK atas moratorium, bangun policiy, transparansi, tata kelola laut lestari di laut bisa dijaga," imbuh Susi.

Susi kemudian meninggalkan kantor KPK dengan mobil Toyota Crown hitam nomor polisi B 1187 RFS.

Deputi Pencegahan merangkap jurubicara KPK, Johan Budi SP, mengatakan, Susi sebagai menteri baru, yang sebelumnya bergelut sebagai pengusaha, belum paham bagaimana cara mengisi laporan harta kekayaan.

"Sebagai menteri baru, mantan pengusaha, dia belum tahu cara mengisi harta kekayaan," terang dia.

Selain itu, dalam diskusi yang dihadiri tiga pimpinan KPK, Busyro Muqoddas, Adnan Pandu Praja dan Busyro Muqoddas itu disepakati akan ada kegiatan bersama mengenai pencegahan korupsi.

"Diskusi soal pencegahan, perluasan mengenai LHKPN. Tak hanya eselon 1 tapi juga eselon 2 dan 3. Pengendalian gratifikasi. KPK usulkan program," tandas Johan. [ald]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

DPR Godok Anggaran Rekrutmen KPU-Bawaslu Daerah Dilakukan Serentak

Kamis, 09 Juli 2026 | 22:23

Dari Pala Jadi Peluang, BRI Peduli Perkuat Usaha KWT Bogor Lewat Program AURA

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:50

Mandatori B50 Meluncur, Indonesia Siap Perkuat Kedaulatan Energi

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:50

Prabowo Prediksi Target 100 GW PLTS Bakal Dihujat Pakar

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:46

Kejagung Sebut TNI Jaga Rumah Jampidsus Sudah SOP

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:38

Prabowo: Banyak Negara Iri dan Benci, Ingin RI Kolaps

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:30

Kapal Tanker Pertamina Pride Berhasil Lintasi Selat Hormuz

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:17

Rumah Sentul Tak Masuk LHKPN, Segini Harta Jampidsus

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:13

Prabowo Siapkan Penghargaan untuk Tokoh-tokoh di Balik Kesuksesan B50

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:10

Galon PC Tak Sebabkan Gangguan Hormon, Reproduksi, dan Kanker

Kamis, 09 Juli 2026 | 20:35

Selengkapnya